Bukit Konoha

sunyi dalam malam

kering kala terik siang menerjang

berjajar, memanjang, dan terjal

seolah melindungi barisan nyiur melambai

ada beragam misteri seolah tenggelam

wahai yang terlihat kokoh di sana

saksi pengeboman yang sengaja

 

oleh seorang pecandu kopi di sebelahku, ini judul yang aneh ūüôā

Tebole, 2015

Facing life before a quarter life

Tahun ini adalah angka yang ke-23 untuk perjalan hidupku sejak lahir. Sudah sarjana, tapi seolah tak bermodal apa-apa. ironis. penerima beasiswa negara, mana suaranya?. Perlahan aku mencoba mengurai  pikiranku yang telah berlalu beberapa bulan belakangan ini. Ada segudang gundah yang menghantui ketika mata akan terpejam., ketika badan mulai di rebahkan yang tak jarang bunyi tulang berkelotekan. Banyak, bahkan terlalu banyaknya hingga tak sanggup mengungkapkan melalui aliran suara kepada-Nya. Sholat malam sudah dilakukan sebisa mungkin dengan niatnya, tapi tak kunjung jua jawabannya. Remang-remang mimpi yang telah didapat.

Rasanya memang sudah bergantung pada sebuah dahan, tapi dahan itu rasanya belum cukup kuat untuk ditopang.  Kata mereka, jalani saja dulu. mungkin itu jalan takdirnya. aku, diam. Angan-angan untuk langsung beraksi di kancah korporasi memang tak mudah. Beragam hal sudah dilalui, panjangnya bait-bait doa telah diucapkan, usaha jelas telah menuai banyak aral, dan prosesnya sama, menunggu. hingga berbulan-bulan dan itu perlahan pudar.

Keadaan hati yang turut serta dalam carut marut pilihan pekerjaan menjadi bumbu yang sedap mantap. Saat pasangan-pasangan di sekitar mulai berguguran  dan kandas. disamping tak sedikitpun lainnya yang menjadi dua dan mengikat asa bersama. secepat itukah? halo, ada seseorang di sini yang masih kebingungan. sementara itu, bisakah aku dan ia menjadi kita? dalam kata dan doa. jika ruang adalah perantara untuk rindu maka apakah harapan itu masih nyata adanya?. Terlalu banyak semoga pada kebisuan ini, semoga menjadi realita.

Dorongan, kabar ini itu dari keluarga jelas telah didapat sebelumnya. banyak kabar bahagia yang berujung membuat diri semakin bertanya. kapan?                             mungkin semua akan terjawab dengan hitungan minggu, bulan atau tahun. mungkin belum bisa dijawab sekarang. Yang ku tahu, doa dan sabar tak pernah menghasilkan keburukan.

Semakin larut keadaan hati dan pikiran berjalan lambat menaiki titik eksponensial, untung saja imajinasi segera membawa ke alam mimpi. Membawa diri menjauh pada sidang terbuka di kepala dan tokoh-tokok fiksi lain yang mengisi forum perbincangan. Termasuk dia, dia dan dia.

 

 

 

Masker Lidah Buaya untuk Wajah (DIY)

Halo, kembali lagi aku pengen share tentang tips merawat wajah agar tetap sehat dan murah. Pakai bahan alam dan sangat bisa ditemukan di pekarangan. perawatan kali ini adalah tentang masker lidah buaya darat,  menurut pengalamanku (akhirnya nggak comot cerita temen) cukup bagus dipakai buat jenis kulit normal-dry-oily skin (bingung kan? aku juga bingung sama jenis kulitku -_-) ya semacam kondisi kulit yang labil. kadang kalo terlalu kering lama-lama bisa berminyak, tapi kalo pas berminyak dipakein toner bisa kering (mengelupas). Nah, si lidah ini sangat cocok digunakan sebagai masker karena fungsinya dapat mengembalikan pH kulit yang amburadul gara-gara pemakaian kosmetik ini-itu. 

Kalo kalian hobi berkebun dan menanam pasti ada dong tumbuhan dengan nama ilmiah Aloe vera ini di pekarangan. Gampang banget kok cara buat maskernya, enggak usah pake diblender, cukup ambil satu daun lidah buaya lalu potong menjadi beberapa bagian dan bilah bagian tengahnya. Oleskan pada wajah secara merata dan jika perlu ulangi 2-3 setelah kering untuk mendapatkan kelembaban optimal (kulit kering). Tunggu 15-20 menit dan bilas wajah dengan air bersih. Ulangi pemakaian ini 2x sehari, pagi dan malam.

Oya, pemakaian masker si lidah ini juga bisa diaplikasikan ketika kalian selesai JJL (jalan-jalan). pas muka lagi merah-merahnya habis kena sang surya jangan langsung cuci muka yaa, nanti mukanya jadi merah kayak kebakar :(. Biasanya aku oles-olesin wajah pake lidah buaya setelah dari luar dan hasilnya kulit wajah jadi adem (iya kayak liat kamu~), nah habis itu cuci deh pake air bersih (karena aku mengurangi penggunaan facial wash) atau kamu juga bisa pakai facial wash.

NB: Penggunaan masker lidah buaya ini relatif menimbulkan rasa agak gatal. tapi sejauh ini untuk jenis kulitku baik-baik aja. Pernah terasa agak gatal tapi pas lagi ada jerawatnya aja ūüėČ

 

Toner jerawat dari cuka apel (DIY)

Mengenal kata jerawat udah pasti gak asing lagi di kehidupan cewek-cewek. mulai dari kebiasaan ngilangin pake facial foam khusus merek teri sampe kakap, pake masker ini itu atau kalo udah capek banget tinggal calling dokter kulit. huft, MAHAL. kalo ada cara buat ngatasinnya sendiri dari bahan dapur kenapa enggak girls. well, resep ini aku dapatkan dari salah satu temenku yang lagi heboh-hebohnya jeriwitin, maklum baru puber dia (eh ga tau ding). aku? udah lah jaman dulu hehe kalaupun ada jerawat gak begitu kayak jaman puber :3.

oke bahan utamanya adalah cuka apel. cuka apel ini bisa dibeli di beberapa swalayan seperti Lotte mart, carefour, atau hypermart (kata temenku sih), bisa juga beli di online shop. adaa merk apa aja tinggal ketik oke, barang bisa ditunggu sist. cara buatnya cukup mudah yakni :

  1. campurkan cuka apel (di sini temenku pake merk heinz yang katanya cukup bagus) dengan air, perbandingan 1:9. karena cuka apel ini tergolong asam kuat harus hati-hati ya. nanti bukannya jerawat hilang malah kering wajahnya.
  2. lebih bagus lagi (lagi-lagi kata temenku yang udah ngelakuin) bisa ditambahkan air cem-ceman (ciee cemceman~) teh. karena teh juga mengandung bahan antiseptik yang berguna buat mengatasi je-ra-what.
  3. kalau mau seger-segeran, campuran tadi bisa di simpan di kulkas. jadi pas dipakai rasanya dingin-dingin empuk (kena kapas) di wajah. oya, cara mengusapnya udah tau kan? bukan asal usap yaa girls, tapi dari bawah ke atas. kenapa? biar enggak cepet kendur wajahnya. secara kalau dipikir gravitasi ke bawah, kalo kita usapnya dari atas ke bawah nah, nambah-nambahin gaya tarik ke bawah alias buat kendur dong. ya nggak? iya nggak sih?
  4. dipakai rutin yaa, malam sebelum tidur atau bisa juga pagi hari. tambahan lagi, kalau setelah pakai toner ini kulitmu kelihatan kering. coba kurangi perbandingan cuka apelnya (dibanyakin air dan air tehnya). yaa namanya DIY yaa coba-coba.

Untuk tahu kualitas cuka apel kalian bisa googling atau langsung ke TKP (swalayan). oke sebenernya ini post pertamaku tentang beauty care. semoga bisa ngeshare lebih lagi tentang resep-resep kecantikan yang aman dan murah yaa hehe ūüôā

 

Rote,pintu Indonesia di bagian selatan

Apa yang terlintas di kepala jika mendengar kata Indonesia?

Pastinya akan terbayang gambaran gugusan pulau dengan pantai pasir putih yang berkilau, kemegahan jutaan biota warna-warni bawah lautnya dan mungkin pesona pegunungan yang meneduhkan mata.

Tapi, apakah sudah banyak orang indonesia pun yang tahu keelokan indonesia di sisi selatan ini? hanya beberapa orang yang berdatangan, kebanyakan masih melirik raja ampat dan bali sebagai destinasi wisata jasmani. Bahkan pesonanya tak kalah menarik dengan pantai-pantai di kepulauan Hawai. Terletak di propinsi nusa tenggara timur dan berbatasan langsung dengan samudra hindia menjadikan rote memiliki spot surfing yang cukup baik. Hal ini dibuktikan adanya turis mancanegara yang banyak terlihat di Pantai Nemberala (Kecamatan Rote Barat). Tak hanya pantai nemberala saja yang cukup memikat hati para pelancong. pantai lain yang bisa dikunjungi yakni pantai oeseli, terletak di kecamatan rote barat daya yang memiliki jarak dekat dari nemberala jika ingin bertandang langsung ke pantai ini.

Jpegdibandingkan dengan nemberala, pantai oeseli memiliki ombah yang lebih tenang. tekstur pasir yang ada pun lebih kasar dan banyak bercampur dengan cangkang kerang dan eksoskeleton biota laut. jadi sangat disarankan memakai alas kaki kalau berada di pantai ini. Satu lagi,  banyak nelayan yang membudidayakan rumput laut makanya banyak sampan bertebaran di pantai ini karena budidaya rumput lautnya terletak agak ke tengah (nggak kelihatan)

…. (bersambung)

 

Pembicaraan tak kasat indra

Kita saling berbicara seperti mereka

Mereka yang sedang berbicara pada kita

Kita tahu mereka tapi tidak mereka

Bingung (?)

Tak jarang ada rasa yang ambigu

Karena adanya kealpaan kata

Bahagia (?)

Hanya kita yang mengalirkannya lewat ruang,

Tak kasat mata

Di antara celah-celah udara

Dan keluar kata dari mata kita

Yang kadang terlihat sayu namun menggelora

Peka  (?)

hmm… semoga

Ayo, mari kita berdoa

untuk pembicaraan yang tak kasat indra

 

 

feature image: https://id.pinterest.com/search/pins/?q=Girl&pin=488710997040647873&lp=plp

 

Savana Hangat

Sore selalu mengantarkan perjalanan menuju senja memikat

oleh secercah warna jingga pekat

dan tak terasa kuingin engkau mendekat

    Bersahabat

Jalan pulang mengantarkan pada kasih sayang semesta

oleh sepunuk pundak tanpa suara

‚Äúiya‚ÄĚ, satu kata menuju perjalanan rahasia

    Terasa