Guru Air dari Negeri Van Oranje untuk Indonesia

Artikel ini dibuat untuk di kompetisikan dalam acara Holland Writing Competition 2015

Oleh : Sabila Rahmawati

Tema: Water

 

eb95d2ab-b195-4c30-a9d5-de45385b0706_WaterProyek Afsluitdijk yang memisahkan provinsi Noord-Holland  dengan provinsi Friesland  [1] .

Bicara soal Belanda, tentunya tidak terlepas dari elemen kehidupan Air. Ya, salah satu elemen utama yang harus dihadapai agar menjadi sahabat kehidupan masyarakat Belanda. Mengapa tidak, sistem manajemen air harus dilakukan secara konsisten, terkontol, disiplin dan ramah lingkungan agar tercipta kehidupan yang tetap berkelanjutan. Bahkan, tidak tanggung-tanggung untuk mengatasi masalah air negeri van oranje ini mengadakana megaproyek dalam kurun waktu sangat lama. Seperti pembangunan Afsluitdijk konsep yang dibuat yakni pembangunan tanggul untuk menghubungkan provinsi Noord-Holland dengan provinsi  Friesland. Proyek ini dilakukan secara ecological sustainability, pembangunan Afsluitdijk berguna dalam Proses purifikasi dari limbah air dijamin terbebas dari cemaran logam berat dan zat yang membahayakan sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan air mineral sehari-hari. Disamping itu juga, Afsluitdijk  menjaga seluruh daratan Belanda agar tidak terendam oleh air laut.

Lalu apa hubungannya dengan Indonesia ?

Kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas 2/3 air menjadikan laut sebagai  salah satu sektor penting untuk mengembangkan perdagangan. Pengembangan di bidang kelautan dimulai pada 1911 dengan terbentuknya Bugerlijk Openbare Werken yang diubah menjadi Departemen Verkeer en Waterstaat pada 1931. Sepanjang waktu sampai kemerdekaan tercapai merupakan fase pasang surut pertumbuhan organisasi kelautan dalam struktur pemerintahan kolonial maupun Republik Indonesia merdeka. Unit-unit warisan kolonial Belanda inilah yang menjadi cikal bakal pembentukan Kementerian yang mengelola aspek kelautan di masa sekarang.

Seiring berjalannya waktu pengelolaan perairan di wilayah pesisir semakin menurun dengan adanya aktivitas yang semakin padat. Pengelolaan sumberdaya air laut juga memerlukan adanya inovasi untuk mengatasi permasalahan air limbah buangan dari industri dan rumah tangga yang nantinya akan bermuara ke laut.  Seperti di daerah Muncar, Banyuwangi limbah hasil perikanan langsung dibuang ke saluran umum. Rendanya tingkat pemahaman IPAL dan sistem manajemen limbah menyebabkan pengelolaan air limbah yang dihasilkan.

Bagaimana sang guru memberikan contoh ?

Sudah tradisi Belanda sejak lama untuk mengembangkan sistem penanganan bahan pencemar dan air limbah. Masyarakat Belanda bahkan sudah melakukan pengelolaan pencemaran sejak awal abad ke 19. Dan kini sistem tersebut lebih mudah dioperasikan serta lebih canggih. Sekitar 99,9 % rumah tangga di Belanda menggunakan air minum yang terbebas dari klorin melalui proses purifikasi. Bahkan, sekitar 51% dari perusahaan teknologi air di Belanda mengembangkan produk dan pelayanan baru selama 3 tahun. Selain itu,  kondisi Belanda yang berada di permukaan air laut menjadikan negeri kincir ini terus mencari inovasi agar siklus hidrology berjalan secara seimbang dan berkelanjutan. Salah satunya, cara  Belanda di bidang air untuk meningkatkan kebersihan dan ketersediaan air minum lintas negara  dengan menerapkan inovasi membrane technology, anaerobic water purification (UASB), membrane bioreactor (MBR – small scale & high quality) dan Anammox technology.

Pertama, teknologi inovasi membrane menjadi  teknologi yang  dibanggakan lebih dari 1 dasawarsa. Membran ini digunakan pada pemprosesan air dari bawah tanah, air permukaan ataupun air limbah. Proses Pemisahan membran menggunakan prinsip membran semi permeabel, mekanismenya yakni membran berperan sebagai penyaring spesifik yang akan mengalirkan air sementara itu membran bahan-bahan padat tersuspensi dan substansi lainnya akan terjebak pada membran.  Banyak metode yang dapat diterapkan di sistem membran ini. Contoh pengaturan sistem ini dapat menggunakan tekanan yang tinggi, pengaturan gradien konsentrasi anatara kedua sisi dan potensial listrik.

Kedua, pengolahan limbah cair menggunakan bakteri anaerob. Prinsip pada proses ini ialah menggunakan bakteri anaerob untuk mengkonversi polutan atau COD (Chemical Oxygen Demand) menjadi biogas yakni oksigen bebas yang ada di lingkungan. Treatment  anaerobic menggunakan energy yang efisien dengan sebagian kecil area untuk reaktor, dan penggunaan bahan kimia yang sedikit. Teknologi ini menghasilkan beberapa produk seperti  Biobed® Advanced, Memthane®, Biobulk CSTR, Pomethane®, Sulfothane™, Biogas Manager Control SMART, Biogas Scrubbers, dan Upthane™.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Membran bio-reactor [6].

 

 

Ketiga, Sebagai guru air, Belanda membuat inovasi teknologi purifikasi air yang mempekerjakan sekitar 2000 perusahaan di bidang air dan menyerap 80000 SDM untuk membantu pengelolaan air bersih di dunia. Proyek ini digarap oleh institusi akademis dan perusahaan di bidang industri. Salah satu institusi akademis yang berperan yakni Delft University of Technology (TU delft). TU delft telah mengembangkan adanya teknologi penangkap CO2 selama pengelolaan air limbah. Selain itu, universitas di hongkong yang terlibat proyek-proyek ini melakukan efek  pengujian air laut untuk pembilasan toilet terhadap  lingkungan. Teknologi ini tidak hanya memudahkan pemulihan kadar fosfat dan mengintegrasikan skala sistem yang lebih besar seperti pada sistem manajemen air di bandara.

Sementara itu, perusahaan swasta Belanda Waternet yang membantu dalam proyek ini bertugas menguji keefektifan pengolahan air limbah dari kertas dengan memisahkan zat selulosanya. Hal ini perlu diketahui karena Kertas toilet di sebagian besar wilayah dunia dibuang bersama-sama dengan air limbah ke instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Penelitian awal yang dilakukan oleh Waternet memberikan indikasi yang jelas bahwa tidak ada penurunan yang signifikan dalam sistem saluran pembuangan berlangsung. Selain memulihkan bahan baku, inovasi ini akan mengoptimalkan proses pemurnian  air limbah. Pada proses pemurnian air lainnya biaqua telah mengembangkan bio-nanotechnology yang selektif menghilangkan kadar fosfat di air. Teknologi ini berbasis ramah lingkungan sehingga dampak cemaran kimia sedikit berkurang.
Kultur bakteri pada proses Anammox [2].

Terakhir, Anammox technology merupakan Teknologi penghilangan ammonium yang dikembangkan oleh Delft University of Technology. Kata Anammox adalah singkatan dari Anaerobic Ammonium Oxidation  yang memanfaatkan mikroba penting untuk mengkonversi amonia menjadi gas nitrogen yang tidak berbahaya menggunakan sedikit aerasi. Secara biologis proses ini 30-50% berada di laut dimana nitrit dan amonium dikonversi secara langsung menjadi gas dinitrogen. Penggunaan lumpur aktif juga termasuk pada sistem Anammox ini, gabungan antara keduanya bertujuan agar penghilangan nitrogen terjadi secara efektif selama purifikasi aerobic. Keuntungan teknologi Anammox ini meliputi adanya efisiensi energi yang mencapai 60%, proses anammox juga dapat mengurangi emisi karbon dioksida sampai 90% dan pemanfaatan bakteri yang ada cukup terkontrol agar dapat mengantisipasi banyaknya lumpur aktif yang terbentuk.

Proses anammox ini pertamanya hanya digunakan pada air limbah di Belanda, namun langsung di adaptasi secara global dengan cepat. Hal tersebut di buktikan sejak Januari 2012, teknologi ini di adopsi oleh Austria, China, Jepang dan USA.  Hal tersebut dikarenakan Anammox dapat di aplikasikan pada berbagai arus air dengan konsentrasi amonia atau nitrogen organik yang tinggi di air limbah hasil industri kimia, industri makanan, dan kotoran hewan.

Demikian sang guru memberikan contoh tentang pengolahan air berdasarkan prinsip ekologi yang berbasis energi terbarukan. Tentunya, pengaturan pengelolaan air secara harmoni melibatkan masyarakat sebagai peran utama dalam menjalankan proses tersebut. Hal ini bukan dimaksudkan untuk membandingkan Indonesia dengan negeri kincir angin ini, namun menunjukkan bagaimana kita dapat berkaca pada negeri yang hampir seluruh daratannya berada di bawah permukaan laut dan bertahan karena kondisi tersebut.

Referensi:

1) http://www.noord-holland.nl/web/english-3/english/invest-in-noordholland/water.htm

2) http://en.wikipedia.org/wiki/anammox

3) http://www.biothane.com/en/biothane-technologies/anaerobic-wastewater-treatment/

4) http://www.hollandtrade.com/media/news/?bstnum=4889

5) http://www.lenntech.com/membrane-technology.htm

6)https://www.evides.nl/en/industrial/about/downloads/industrialdownloads/evides%20iw%20ch%20mbr%20eng.pdf

7) Mutiara, Arindina Azzahrawaani. 2011. Sejarah Perkembangan Perikanan Indonesia. Program Studi Perikanan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Jatinangor

8) Setiyono dan Satmoko Yudo. 2008. Potensi Pencemaran Dari Limbah Cair Industri Pengolahan Perikanan Di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Jurnal  Akuakultur Indonesia  vol. 4, no.2, 2008.

9)http://tudelft.nl/fileadmin/UD/MenC/Support/Internet/TU%20Website/TU%20Delft/Images/Actueel/Nieuws/2012/jan-feb-mrt/LKY_WP_2012_Anammox_Fact_Sheet_Final_070312.pdf

 

 

the ashes at the first sight

 tanggal 14 februari yang katanya orang-orang valentine di hujani dengan hujan abu. Aku kaget ketika keluar waktu subuh dan melihat tanah di bawah sudah berwarna pucat tertutup abu. Sempat malamnya aku mendengarkan radio yang masih aku nyalakan pada pukul 3.00 dinihari bahwa gunung kelud meletus. Aku kira itu tidak berimbas sampai kota gudeg ini. Namun ternyata tak kusangka pukul 6.00 pagi rasanya masih seperti jam 5.00 pagi gelap dengan awan berwarna jingga keruh.

Ini adalah hujan abu pertama ketika aku besar. Petama saat aku masih bayi di tahun 1994. Saat aku tahu hujan abu gunung kelud ini rasanya takut kalau ada apa-apa. Kemarin waktu gempa aku juga merasakannya sendirian. Saat malam pun aku sampai tidak bisa tidur hanya karena takut kalau-kalau gempa lagi. Hujan abu kali kata mbak kosku termasuk deras dari pada hujan abu saat merapi meletus 2010 kemarin. Awalnya aku tidak merasa sesak ketika hujannya turun. Tapi lama-kelamaan di pernafasan terasa sesak juga. Bau belerang menyembul ketika aku membuka pintu sedikit saja. hari pertama aku tutup rapat-rapat kamarku. Namun, tetap saja debu bisa masuk melalui lubang angin-angin di atas jendela.

Hari pertama semua benda menjadi putih ke abu-abuan. Gang di kosku sudah seperti kota mati, kata teman-teman ‘silent hill of the ashes’. Bedanya jika di film itu putihnya karena salju tapi ini abu.  Sekali lagi aku menderita, cadangan beras di kos sudah habis gara-gara dimakan kutu. Terpaksa saat hujan abu aku keluar untuk mencari sesuap nasi, entah judulnya sudah seperti orang yang benar-benar kelaparan. Sendiri tentunya , karena temanku sudah ada cadangan makanan. Malam pun juga seperti itu aku masih keluar mencari makan sendiri pula.

hari kedua sudah agak mendingan dari kemarin. tapi tetap saja debu menyelimuti semua yang ada. tapi aku tak pernah kesal membersihkan kamarku. karena jika tidak hidung ini akan senantiasa bersin-bersin. ya bisa di bilang karena secuil debu habis tissue sewadahnya. walaupun sudah menggunakan masker tapi tetap saja hidung ini hiperaktif terhadap udara kotor., apalagi debu.menginjak hari ketiga hujan pun turun meluluhkan debu yang menempel di dedaunan pohon-pohon. cukup deras menurutku. senangnya akhirnya hujan turun saat malam hari menjadikan tidur semakin lelap.

Dari Surealisme ke Beasiswa

Waktu menunjukkan pukul 21.10 udara di sekitar mulai terasa menusuk daging tubuh melewati ruang kamar kecil yang berdinding bata dengan cat warna lusuh dan beratap pendek itu. Terlihat Seseorang dengan tubuh tinggi,berkulit langsat dan berambut ikal yang sedang sibuk menyelesaikan suatu pekerjaan di bawah lantai. Bergores-gores warna tebal-tipis pensil membentuk suatu pandangan tersendiri di kertas yang sedari tadi dihadapinya. Di sampingnya ada secangkir kopi ditemani seonggok kue coklat yang mulai habis dimakan empunya. Baru pukul segini masa Aku sudah ngantuk kata hati Rona. Tangannya lihai menapaki setiap senti dari kertas putih itu hingga terbentuk suatu pola sketsa yang rumit namun terlihat sangat eksotis. Akhirnya Rona pun mulai menyerah atas rasa kantuknya yang Dia tahan dari tadi. Paginya Rona segera membereskan pekerjaannya tadi malam untuk di bawa ke sekolah. Rona membawanya hati-hati ketika melewati jalanan becek. Sesampainya di kelas Dia ditanyai oleh teman-temannya. “Ron,kamu buat apa? Pasti keren”. Celetuk seorang anak laki-laki dari balik pintu “Oh, lihat aja nanti males buka .“ Jawab Rona singkat Tak lama kemudian bel berbunyi, suara khas sepatu Pak Fandy tak bisa di sembunyikan dari telinga murid-murid. “Selamat pagi.” Sapa Pak Fandy sudah sampai di depan kelas memakai baju batik kesukaannya “Selamat pagi Pak”. Serentak anak-anak menjawab “Oke, lukisannya dikumpulkan hari ini”. Kata Pak Fandy sudah duduk di kursi depan Deadline pengumpulan lukisan memang dijanjikan hari itu namun masih ada segelintir Anak yang belum selesai. Untungnya Rona sudah melemburnya tadi malam dengan agak terseok-seok oleh kantuknya. “Ron,tuh di panggil Pak Fandy”. Tiba-tiba Leva mengguncang tubuhnya yang tak sadarkan diri oleh rasa kantuk. “Oh,masak. Ehm iya pak”.kata Rona geragapan “Ini lukisannya Bapak bawa dulu ya. Walaupun lukisan teman-temanmu sudah Bapak kembalikan. Tapi besok akan Bapak bawa lagi kok”. Kata Pak Fandy serius. Jarang-jarang Pak Fandy berbicara seperti ini batin Rona. “Iya pak”. Rona mengangguk pelan lalu kembali ke bangku dengan wajah menerka-nerka. Cuaca sepulang sekolah kelihatan mendung dan berangin, Rona menapaki jalan menuju halte bersama Leva yang berkulit putih,berwajah tirus serta rambutnya sedikit berombak terjurai indah. Leva adalah salah satu murid cerdas di kelasnya serta berpengetahuan luas. “Ron,lukisanmu tadi bagus banget. Aku belum pernah lihat seperti itu secara nyata. Tapi Aku pernah melihatnya di.. dimana ya?”. Kata Leva “Ah, lupakan itu adalah hasil dari lemburanku semalam”. Jawab Rona singkat Akhirnya setelah jauh berjalan mereka duduk di halte dekat seorang Bapak Tua berbaju hitam dan berwajah ramah. “Kalian baru pulang ya?”. Tanya Bapak itu “Iya pak. Bapak di sini dari tadi?”. Kata Rona “Yah lumayan setengah jam yang lalu”. “Oh Iya aku ingat Ron, itu mirip dengan Salvador Dali. Kalau tidak salah kamu memepunyai gaya lukisan Surealisme”. Kata Leva memecah keheningan sesaat matanya berbinar ketika mengatakan itu. “Oya,wow. Seandainya aku bisa melukis lagi untuk biaya masuk perguruan tinggi negeri nanti itu lebih baik”. Kata Rona pandangannya setengah menerawang udara Bapak yang duduk di samping Rona terkesima dengan ucapan Leva tadi. “Benarkah nak Kamu pelukis gaya Surealisme?”. Tanya si bapak “Saya juga tidak tahu pak tapi apa yang ada di mimpi Saya selalu ingin diekspresikan”. “Apa yang Kau impikan dalam tidurmu nak?”. Bapak itu semakin penasaran “Mimpi? macam-macam tentunya,Saya tak ingat semuanya namun satu yang Saya ingat. Saya sering mimpi mendapatkan beasiswa untuk sekolah lagi dan itu hal yang sangat Saya cita-citakan”. Kata Rona menjabarkan Terlihat bus melaju ke arah mereka si Kondektur pun melambaikan tangan tanda bus akan berhenti. “Ini kartu nama Saya jika ada sesuatu lagi tentang ‘mimpi dan lukisan’ Kamu bisa konsultasi dengan Saya”. Ucap Bapak Tua sambil tersenyum memberikan kartu nama kepada Rona. “Terimaksih Pak”. Kata Rona dari dalam bus balas tersenyum di kartu itu Dia melihat tulisan Wahena di atasnya Wah’s Galery Kicauan burung tidak selaras dengan langit yang nampak suram berhiaskan mendung pucat diselimuti udara agak berkabut pagi itu.Rona menapakkan langkahnya dalam jalanan yang agak sepi dalam perjalanannya Ia bertanya dalam hati hari ini lukisanku dikembalikan, kira-kira apa ya komentar Pak Fandy hingga Dia berwajah serius seperti kemarin. Dia juga masih bingung kenapa Bapak Tua itu langsung tampak keheranan dan memberikan kartu nama padanya. Di kelas Leva tak kalah hebohnya mengembar-gemborkan bahwa Rona diam-diam mempunyai bakat lukis yang luar biasa. “…bayangkan saja ketika Aku cerita tentang lukisan Rona Bapak itu langsung memberikan kartu nama kepadanya dan lihat Pak Fa…”. cerita Leva pada segerombolan anak yang melingkarinya tiba-tiba ceritanya terpotong “Lev, udah deh. Aku bosan dengar cerita ini terus”. Kata Rona membalikkan tubuhnya sebal “Rona , Kamu dipanggil Pak Fandy ke kantor”.tiba-tiba kata Seorang murid dari luar “Aku? Oh iya”. Hatinya semakin tak karuan apa ada yang salah pikirnya. Sesampainya di ruang guru mata Rona terfokus pada bangku Pak Fandy.”Bapak memanggil Saya?”. Tanya Rona “Iya Ron, langsung saja. Bapak pikir kamu mempunyai gaya lukisan yang sangat rumit. Pertama Bapak mengira itu hanya gambaran biasa tapi setelah Bapak bawa pulang dan Ayah Bapak melihat bahwa lukisanmu itu bernyawa dan punya ke khasan tersendiri”. Cerita Pak Fandy “Lalu apa yang bisa Saya lakukan agar itu berkembang Pak? Saya juga merasakan hal tersendiri sebenarnya ketika membuat itu. Saya merasa sebagian dari beban Saya berkurang ketika mencurahkannya”. Jelas Rona “Kamu bisa kerumah Saya hari ini untuk bertemu dengan Ayah Saya jika Kamu mau”. “Baiklah Pak, Saya akan mencobanya. Terimakasih atas saran dan ceritanya Saya permisi dulu”. Ucap Rona mengakhiri Sesampainya di kelas Ia langsung di serbu Leva yang penuh penasaran pada garis wajahnya. “Nanti pulang sekolah Aku ajak ke rumahnya Pak Fandy ya. Mau konsultasi”. Kata Rona mencegah Leva sebelum Dia bertanya nerocos. Ruangan itu dipenuhi berbagai macam gaya lukisan yang tidak Rona ketahui. Mulai dari bentuk-bentuk geometri sampai ke bentuk abstrak dan Rona mulai mengenali semacam gaya aliran lukisanya. “Oh Kamu nak ternyata”. Terdengar suara ramah membangunkan kekaguman Rona ternyata suara ramah itu Pak Wahena yang merupakan Ayah dari Pak Fandy. “Rona ya, duduklah nak.Kamu sudah mendaftar untuk perguruan tinggi?”. “Belum, bukannya belum dimulai”. “Itu sudah dimulai jika Kamu mau melanjutkan melukis lagi. Lukisanmu berbakat nak, jangan sia-siakan peluang”. “Jadi Bapak ingin Saya mengembangkan bakat Saya?”. Kata Rona hati-hati “Bukan Aku yang ingin tapi dirimu yang memerlukan. Mendengar dari Anakku nilai eksakmu kurang memuaskan itu bisa membantumu dalam menggapai apa yang Kamu impikan”. sudah selama inikah Aku baru menyadari bakatku yang luar biasa? Tanya Rona dalam hati kali ini Aku harus berjuang demi impianku,demi ayah dan ibu pikirnya mantap. “Ya saya akan lakukan itu Pak”. Kata Rona menyetujui “Jika ada kesulitan kamu bisa hubungi Bapak . Oh ya, Kamu tidak keberatan kan kalau lukisan itu Bapak beli? Soalnya di sini sedikit yang Bapak punyai tentang gaya surealisme”. Tangannya sambil menunjuk berbagai lukisan di dinding “Apa,oh tentu boleh. Ibu akan senang mendengar ini”. Matanya berbinar hati rona pun tak karuan senangnya ibu akan senang lihat ini ibu akan senang dalam hati kecilnya. “Ron, makan dulu nak. Nanti capek lho”. Seru Ibu dari dapur “Iya Bu bentar lagi”. Jawab Rona yang masih asyik dengan lukisan-lukisannya. Warna-warna cat memberi corak pada ubinnya yang gelap,gulungan kanvas sudah seperti permadani yang lusuh di bawah. Rona membeli semua peralatan lukis itu dari hasil mengumpulkan uang selama 3 minggu. Lama memang, Ibu Rona hanya penjahit biasa dan Ayahnya menderita sakit lumpuh jadi Dia terbiasa hidup hemat. Tak terasa hujan berhari hari membawanya memasuki bulan mei berganti dengan hawa kering. Berminggu-minggu pula Dia menghabiskan waktunya dengan kuas,cat, dan kanvas yang beradu satu hingga tak ada waktu untuk bersama Leva seperti dulu. Leva pun menyadari akan kerenggangan ini, di waktu istirahat tiba mereka bertemu di bawah pohon Angsana di dekat sungai kecil. “Aku gak mau kehilangan sahabatku sejak kecil”. Kata Leva dingin “Apa maksudmu?”. tanya Rona heran “Apakah harus mengorbankan persahabatan Kita?”. Katanya masih mengacuhkan Rona “Sebentar,apakah semua ini berhubungan dengan lukisanku? Aku ingin membahagiakan orang tuaku Lev”. Jelasnya “Aku tahu kamu sedang berusaha untuk itu. Tapi apakah persahabatan Kita dari kecil yang menjadi tumbal”. Kini Dia membalikkan tubuh terlihat matanya mulai memerah “Tentu saja tidak Leva”. Rona mulai mendekati Leva dan langsung memeluk sahabatnya Rona bisa merasakan Leva sesenggukan Rona tanpa sadar bulir kecil air jatuh membasahi pipi Rona dan semaki lama semakin besar. “Maafkan Aku Lev,Aku terlalu ambisius akan semua ini tapi Aku harus memilih jalan ini Aku tak pandai sepertimu”. “Aku ingin Kita bisa bercerita bersama lagi dalam hal apapun,seperti dulu”. “Iya, mulai sekarang Aku akan berusaha agar Kita tetap bersama lagi”. “Aku juga siap membantumu kalau Kamu kesusahan dalam pelajaran. Ingat Kita itu sahabat dan Kau sudah seperti saudaraku sendiri”. Pelukan itu sudah memudar seiring ucapan Leva dan keduanya sama-sama tersenyum. Akhirnya dia memasuki Suasana SNMPTN bagi Rona semua orang berwajah serius namun itu tak begitu mengambil perhatian dirinya.aku harus bersungguh-sungguh mengerjakan ini demi beasiswa dan orang tuaku batinnya menegaskan. Leva sudah ujian sejak 2 hari yang lalu walaupun begitu mereka berdua sengaja memilih Panlok yang sama agar tetap bisa saling membantu. Leva yang cerdas memilih jurusan Kedokteran Gigi sementara itu Rona si seniman lebih menyukai jurusan Desain Interior kendati pun mereka berdua memilih perguruan tinggi yang sama. Sembari menunggu pengumuman SNMPTN yang lamanya satu bulan itu Rona mulai melukis lagi kali ini untuk membantu perekonomian keluarganya. Ayah Rona kini sudah bisa berdiri walaupun jalannya masih memakai kruk. Saat-saat mendebarkan pun tiba Rona dan Leva sudah berhadapan dengan laptop milik Leva siap untuk menekan tombol enter pada website. Dan jreng…tertuliskan hasil kelulusan Gerona Alvara Desain Interior kemudian disusul Levarian Jenova Sasmitoe Kedokteran Gigi. Mereka sesaat saling pandang tak percaya lalu berpelukan menangis saking bahagianya tanpa mengucap kata. Hatinya sungguh sangat bahagia Dia bisa mewujudakan impian meskipun itu berawal dari ketidaksengajaan surealismenya. Berawal dari Surealisme ke pencapaian beasiswa Perguruan Tinggi Negeri.

drama itu nyata part 2

Hari-hari aku lewati dengan kesibukan di SMA hingga kami pun merasa rindu satu sama lain. Akhirnya kami mengadakan reuni kecil dengan datang ke SMA kami, siapa pun boleh ikut. Kami memusyawarahkan hari yang tepat itu lewat sms. Mungkin waktu itu ada yang belum punya facebook jadi susah kalau lewat grup di facebook. Ketika itu semua anak harus menshare kabar reuni itu. otak di balik acara itu adalah afra, ferisa dan aku.

Kebanyakan anak setuju akan acara tersebut tapi tak sedikit pula yang ada acara sendiri. Kami sudah memilih tanggal itu agar tidak bertabrakan dengan jadwal ujian kami dan ujian smp. alih-alih kalau sesudah ujian smp libur. Untuk itu kami telah memilih tanggal sebelum ujian smp maupun sma di mulai.

Akhirnya setelah jarkoman tersebar maka hanya 10 anak yang hadir dari 90 anak. Yaah, pikirku ciut. Kami tetap melakukan acara  tersebut. Sesampainya di smp semua anak saling peluk karena merasa rindu. Tak terkecuali mina, yah teman kita yang sering dikucilkan itu. aku masih merasa agak canggung ketika melihat sikapnya. Kini dia agak berbeda dari smp dulu. mungkin karena pergaulan di smk nya membawa dia bertindak beda. Dia masih sering ngebanyol, menasehatiku. Dia sering sekali mengomentari penampilanku yang menurutku dia suka. Tentang gaya rambutku, rokku yang sudah saatnya ganti tapi belum di ganti oleh ibu, gayaku bucara. Semuanya dia perhatikan. Mungkin itu yang membuatku risih, tapi dengan sikapnya itu adalah bentuk perhatian seorang teman padaku.

Dia sering cekcok dengan teman yang lain terutama ferisa. Tapi denganku dia baik baik saja. walaupun kadang aku marah ataupun sebal dengannya. Di hari itu kami berlima, ferisa, afra, aku, mina, dira dan mike sangat bahagia bisa berkumpul kembali sejak berbulan-bulan berpisah. Kami membicarakan tentang sekolah kami, organisasi yang diminati, memilih masuk ipa/ips, pacar kalau ada yang punya dll. Tapi aku aman karena aku tidak punya pacar dan gak mau punya sejak hari yang membuat aku membenci seseorang.  Tak ada dipikiranku untuk menyukai orang lagi, dan kubuang jauh-jauh rasa itu. aku ingin menikmati hidup bersama sahabat ku ini, walupun kita jarang bertemu. Tapi aku akan selalu rindu kalian.

 

Siang itu sedang ada pelajaran fisika oleh pak agung, beliau menjelaskan materi lalu memberi soal kepada kami. Tak lama setelah itu beliau ijin untuk keluar karena ada acara penting. Kami sekelas mengiyakan justru itu adalah bagian yang menyenangkan sebagai murid. Aku pun hanya tersenyum dan mulai menghadapi buku ku tadi. Ku coba satu soal dan kutemukan jawabannya, nomor 2, 3 dan 4. Akhhirnya selesai, pikirku. Aku kira semua anak sudah selesai dan siap untuk ditumpuk tapi ternyata mereka menungguku menyelesaikan soalnya baru menyontek. Aku menyerahkan buku ku pada teman sebangku ku saja, agar jawaban tidak menyebar terlalu banyak.

Setelah duapuluh menit, semua anak pun siap dengan jawabannya. Entah itu nyontek ataupun berusaha sendiri. Menurutku aku harus mencoba soal itu, kalaupun tidak bisa aku akan tanya kepada temanku yang jago. Mungkin ini akan berguna di masa depan, pikirku. Dengan kita mencoba sendiri berarti kita berlatih menyicil ujian. Jadi kalau mau ujian nasional atau snmptn kita sudah terbiasa mendiri dengan hasil kita.

Jawaban semua anak telah terkumpul menjadi tumpukan putih di meja. Si ketua kelas pun bertanya kepada seisi kelas apakah ada yang belum mengumpulkan. Dan semuanya menjawab “sudaaaaah…!”. suara mirip lebah. “ oke, aku bakal ngumpulin ini ke pak agung. Kalo masih ada yang telat bisa ngumpulin sendiri ke ruangan pak agung”. Kata sang ketua tegas

Sehabis itu semua anak lalu menggerombol dan saling bercerita seru. Ada kumpulan geng centil, anak-anak tomboy, dan si sudut ruang ada azizah yang pendiam sedang membaca sebuah novel. Aku bingung, lalu aku ngobrol saja sama teman sebangku ku namanya debi. Debi juga se smp denganku hanya aku tidak begitu akrab dengannya. Debi ternyata juga rindu masa-masa smp dulu. dia menyesal tidak ikut reuni kemarin.

Tiba-tiba dari samping kiri terlihat badan kurus anisa mendekati meja kami. Mukanya tegang sehingga dia terlihat lebih tua menurutku.

 “kalian udah tahu kabar?”. Tanya dia kepada aku dan debi.

“belum, kabar apa?”. Aku

“maaf jika kalian belum tahu, tapi aku juga tidak percaya ini terjadi..”. kalimatnya seakan terputus

“apa ? kabar apa?”. Tanya debi

“mina..mina meninggal”. Kata anisa

“gak mungkin, kenapa? Dia kan sehat-sehat aja”. Tanggap ku

“ternyata selama ini dia menderita kanker otak, penyakitnya sudah di derita sejak smp dulu. sejak sama kita…”. anisa duduk sambil memandangi kami berdua bergantian

“tapi dia tak pernah cerita…”. kata ku

“kalian akan pergi ke pemakamannya kapan?”. Taya debi

“pemakamannya sudah tadi malam. Aku juga tidak tahu, mungkin hari ini aku ke sana dengan afro”. Sahut anisa

“oke, makasih ya nisa kabarnya”. Kataku

“iya sama-sama. Aku balik ke mejaku lagi ya”. Kata dia

Aku tidak bisa menangis dalam waktu itu, seakan semuanya hanya mimpi. Entah pikiranku kemana, semua kebersamaan, kenangan, hal yang menyebalkan beradu dan membuat diam. Diam untuk menyadari ini kenyataan.

***

Baru beberapa hari setelah itu aku bisa menangis, membayangkan sikap ku dan teman lainnya seperti apa dulu. sontak waktu itu aku sms ke afra, ferisa, mike dan dira. Mereka sudah tau semuanya namun sama-sama sedang sibuk dan tidak tahu rumah mina. Akhirnya kami hanya mengirimkan doa kepada dia.

Hari-hari berlalu semenjak kepergian mina dari dunia untuk selamanya. Tiba-tiba hp ku bebunyi dan mendapati pesan singkat dari afra.

Berta, km mau ziarah ke makam mina gk?

Aku lalu menjawabnya

Sama siapa?

Kita aja, aku tahu rumahnya

Ya deh, aku mandi dulu ya

Oke, ke rumahku dulu ya

Dalam perjalanan ke rumah mina kami bercerita satu sama lain. Masih tidka percaya kalu itu kenyataan. Melihat jalan yang jauh dan terjal menuju jalan ke rumah mina. Aku jadi berpikir, betapa susahnya dia menempuh jalan untuk pergi ke sekolah. Afra juga bercerita tentang kejadian waktu mina akan terseret arus sungai, untungnya dia tersangkut di sebuah batu besar. Karena kala itu adalah musim hujan dan mina menempuh jalan yang ada sungainya agar cepat pergi ke sekolah. Betapa keras hidup ini, batinku.

Tak lama kemudian afra berhenti di depan sebuah rumah. Rumah itu dari kayu, bangunanya pendek dan halaman depan rumahnya hanya ada tumpukan kerikil-kerikil dari pecahan batu besar. Kami memberanikan diri untuk masuk ke rumah itu…

Seorang bapak setengah baya sedang duduk di hadapan kami. Beliau bercerita tentang mina. Ternyata hari ini adalah genap 40 hari ia meninggal. Kemudian kami ziarah ke makam mina yang tidak jauh dari rumahnya. Afra sangat ketakutan dan tidak percaya dia sedang di pemakaman sahabatnya. Aku tidak sanggup berkata apa-apa, pesan bapak tadi pagi. Jika aku tetap ingin menjadi sahabat mina, aku harus selalu mendoakan mina. Agar dia tenang di sana.

Gundukan tanah itu memulai kami menaburkan bunga dan harum-haruman di tanahnya. Tanah milik mina sekarang. Aku hanya diam dan hanya menanggapi obrolan dari bapak mina. Beliau berkata, jika sepulang sekolah mina selalu memecah batu di depan itu. memandikan adik-adiknya yang berjumlah 2 orang.  adik mina ada 3 orang dan salah satunya sudah sebesar mina, wajahnya sangatlah mirip dengannya. Mereka seperti anak kembar. Senyumannya dan raut wajahnya mirip sekali dengan mina saat ia berekspresi seperti itu. aku tersenyum dalam hati.

Ibu mina juga turut bercerita tentang anak sulungnya itu. mina selalu menjadi promotor dari teman-temannya. Ketika ada acara di smk nya selalu dia yang mengurusi semuanya.

“dia anak yang baik. selalu nurut sama orang tua dan rela berkorban demi adik-adiknya”. Kata ibunya sambil terisak

Aku dan afra berkaca-kaca dan sesekali afra mengusap mata dengan lengan bajunya. Sekakan air mataku tak bisa keluar dan kerongkonganku ada yang mengganjal. Tidak terasa sudah tiga jam kami berbincang-bincang dengan orang tua mina. Akhirnya kami pamit pulang. Bapak mina berpesan,

“anggap saja ini tetap rumah mina walupun dia sudah meninggal. Kalian masih bisa main ke sini sewaktu-waktu kalian rindu mina. Bapak juga akan menganggap kalian tetap teman mina walupun dia sudah tiada.

“iya pak. Terimakasih juga atas jamuannya dan ketersediannya”. Balas aku

“Hati-hati di jalan kalu begitu ya nak, terimakasih juga telah berziarah ke makam mina”.

“iya pak, assalamu’alaikum”. Kami berpamit

“wa’alaikum salam”. Jawab bapak dan ibu mina

Setelah hari itu, aku selalu mengenang mina kapanpu dan dimana pun aku berada. Sampai aku duduk di bangku kuliah seperti ini. Aku masih mengenangmu mina, maaf aku telah berprasangka dan bersikap acuh dulu kepadamu. Aku akan selalu mendoakan mu mina seperti saran bapak ku dulu. aku senan, walupun sudah duduk di bangku kulia ini aku masih  bisa mimpi ketemu mina, mina tersenyum kepadaku dan dia memakai baju putih panjang serta jilbab putih bersih. Mina datang dari jauh entah dari mana..aku percaya waktu di mimpi itu aku bertemu mina. Karena menurut buku yang aku baca ruh orang hidup dan meninggal bisa bertemu, di dunia mimpi. Mina tampak putih dan cantik bersih di mimpi. Senyuman itu khas milik mina. Aku tak sempat berbicara apa-apa pada dia, aku hanya membalas senyumannya.

Selamat jalan mina sahabatku.. cerita ini akan aku jadikan bahan belajar bahwa kita tidak seharusnya bersikap acuh bahkan pada orang yang jahat kepada kita. karena aku takut kehilangan orang-orang tersebut seperti kamu.

*nama-nama yang ada di samarkan namun inisial sama

Cerita ini buat mina sahabatku di dunia sana

 

Drama Itu Nyata

Suasana siang kala itu sangat terik karena aku bisa melihat fatamorgana ketika sepintas melihat tulisan SMP 1 KARAJEN di padang rumput. Anak-anak ramai berjalan menuju kantin sekolah, ada juga yang berjalan terbirit-birit dan berakhir di kamar mandi. kepalaku tersembul di antara banyak anak yang keluar dari kelas. Dan tak lama kemudian seorang gadis berkulit hitam dan berjilbab putih terlihat sangat mencolok di hadapanku bertanya ke arahku.

“ayo, jadi ke kantin gak ?”. tanya mina kepada yang lain.

“iya, bentar kamu duluan aja bareng temen-temen tuh”. Tunjukku ke gerombolan yang ada di depan. Dia mulia berjalan dengan mengisyaratkan kekecewaannya kepada aku dan teman-temanku yang lain.

“aku gak mau kemana-mana selalu diikutin dia”. Kataku kepada gerombolanku

“aku juga sih, tapi ya gimana dia ngikutin kita terus”. Kata ferisa

“ya udahlah, kita jadi makan kan?”. Potong afra

“iya deh yuk keburu masuk kelas lagi”. Kataku

Rasanya hari ini agak menyebalkan ketika mina tiba-tiba mengikuti kami berlima kemana-mana. Mulai dari ngajak ke kantin bareng sampai mengajak berkelompok bareng. Sebenarnya gak apa-apa Cuma anaknya agak lebay dan sedikit aneh menurut kami. Dia baik dan lucu, tapi kadang ada tingkah yang memalukan ketika menghadapi seseorang. Oleh karena itu kami sedikit tidak biasa ketika dia datang.

Tak lama kemudian bel berbunyi yang bertanda bahwa kelas masuk. Kami berlima pun cepat-cepat pergi dari kantin dan segera menuju ke kelas. Sebentar lagi akan di adakan ulangan fisika oleh pak joni ulangan ini adalah ulangan terakhir di semester 1. Menurutku dia seolah tak berniat mengajar kami karena jadwal yang padat sebagai guru ‘terbang’ membuatnya seakan tidak efektif menyampaikan materi. Sebentar di datang dan sebentar pergi dan tiba-tiba ulangan. Yah seperti hari ini…

Aku mengerjakan dengan seluruh logikaku saja dan yang diajarkan afra kepada aku. Otakku mulai jenuh setelah menjalankan semua otak-atik pada soal itu. ku pandangi semua anak mengerjakan dengan serius namun akau tak tahu mereka hanya pura-pura atau memang bisa.

***

Pagi ini tak ada matahari menyongsong aku berangkat sekolah, langit di atas berwarna abu-abu dan gerimis datang tak henti-hentinya. Aku memaksakan diri pergi ke sekolah walaupun hujan deras sekalipun dan kuusahakan aku datang tidak terlambat. Namun, orang tuaku menasihati agar menunggu sampai hujan reda. Kalau hujan reda kan artinya aku harus telat ke sekolah, dari pada telat mending aku tidak masuk sekalian, itu prinsipku.

Akhirnya aku datang ke sekolah dengan baju agak  basah dan rok yang basah pada bagian bawah.ketika berjalan melewati gerbang, menuruni undakan batu yang langsung menuju ke kelas. Pagi itu pelajaran bahasa inggris, seperti biasa kami berlatih membaca teks dan mengerjakan pertanyaannya. Bagiku ini pekerjaan yang agak membosankan ketika harus menjawab pertanyaan yang ada di teks bahasa inggris. Seperti ini saja masih ada yang bingung, memang ada pertanyaan yang jawabannya tersirat tapi untuk setingkat smp kan masih dasar pikirku.

Tak lama bel berbunyi satu kali tanda pergantian jam pelajaran. Tiba-tiba bu ani muncul dari atas undakan memasuki kelasku tak lupa dengan gayanya yang luwes dan santai. Dia mulia berdiri di depan kelas.

“anak-anak ibu hanya sebentar di sini untuk mengumumkan bahwa kalian harus mempersiapkan pentas seni pada saat perpisahan nanti. Terserah kalian apapun itu yang penting mengandung unsur yang mendidik. Baik anak-anak?”

“baik bu”. Jawab kami serentak

“ya sudah terimakasih karena ibu harus buru-buru jadi tidak bisa lama disini. Oke selamat siang”.

“siang bu”. Suara terdengar seperti kawanan lebah

Tidak terasa sepertinya baru saja bu ani datang ke kelas dan memberi tahu pengumuman akan di adakan pentas dari setiap kelas pada acara perpisahan. Tapi kini aku sudah duduk di bangku kelas satu sma semester satu. Entah semua obrolan, cerita-cerita di bangku SMP masih teringat segar di kepala ini. Ketika kami membenci salah satu anak perempuan yang bernama mina. Sekarang, kami berbeda sekolah dan tidak bisa bersama-sama lagi. Memulai adaptasi baru dari cerita, pelajaran, sifat dan kebiasaan, hal yang cukup membosankan.

Aku sendiri sekarang sering menyendiri hanya bermain dengan kuas, cat dan kertas A3 ku di depan jendela. Kadang juga aku hanya bercengkrama dengan buku-buku sekolah. Ibuku juga bingung mengapa aku berbeda sejak sma ini.

Ketika di depan jendela itu, tiba-tiba aku teringat sebuah drama saat perpisahan smp. kala itu aku, ferisa, dira, afra, riani, mike, dan mina sedang pentas drama. Drma atersebut menceritakan tentang kehidupan kami dari smp dan selepas smp yakni kuliah dan menjadi apa kami. Dalam drama itu, hanya mina yang tidak meneruskan kuliah dan bekerja untuk membantu menghidupi keluarganya. Semua kecuali dia bersekolah tinggi, aku menjadi seniman yang berkuliah di universitas favorit, afra menjadi dokter gigi, dira menjadi pengusaha, mike sukses di pertaniannya, riani ingin menjadi arsitek terkenal, dan ferisa menjadi accounting handal.

Waktu itu kami mengukir cita-cita kita masing-masing, dan terakhir aku mendengar kabar mina bersekolah di salah satu sekolah kejuruan negri di tempatnya. Aku dengar juga dia menjadi ketua pmr disana. Kadang mendengar semua itu, aku merasa bersalah sudah berprasangka kepadanya. Dia anak yang baik mungkin hanya bawaannya saja yang aneh, pkirku.

 sekian dulu ya, insyaAllah ceritanya bersambung…:)

Saat Pagi Datang

Seperti matahari menyinari bumi setiap hari, walau malam pun sebenarnya matahari masih menyinari namun bumi bertolak darinya. Begitupun kadang hidup ini, kita selalu di beri sinar dan jalan yang dar Tuhan namun kita kadang bertolak darinya kembali lagi dan kadang bertolak. Itu adalah hal yang wajar, namun masalahnya bagaimana cara kita memperpajang siang itu pada diri kita. Hitam dan putih, baik dan buruk begitupun dengan siang dan malam tak akan bisa dipisahkan dari diri manusia. Yang membedakan hanya seberapa lama kita membiarkan hal baik dan buruk ada pada diri kita.

Ketika aku mendapat malam, aku selalu nyaman dengan buannya. Terlelap pulas hingga tak ingin bangun walaupun di sana banyak  tanggung jawabku dan hal yang harus ku kerjakan . Aku ingin istirahat dari kepenatan hidup dan aktivitas, sekali ini saja dan akan ku ganti besok. Tapi apakah harus seperti ini ketika aku penat, lelah dan putus asa? Satu hari menjadi malam saja tanpa siang? Tidak tentunya, jawab diriku. Aku adalah aku yang harus bisa bertanggung jawab atas diriku sendiri tentunya bahkan jika bisa aku ingin berbagi dengan mereka. Jika aku seperti malam terus, aku tidak akan bisa berkembang dan punah.

Suatu hari malam menghampiriku dengan lambaian dan senyuman indahnya, tapi tidak aku harus bangun dan tidak terbujuk semua itu. Kesenangan boleh sejenak menghampiri untuk semangat berjuang ketika siang. Namun, tidak untuk lama. Siang pun mulai menyibukkan diriku dengan berbagai ide, kreativitas, asa, pilihan, dan segudang reaksi pemacu adrenalin lainnya. Aku larut pula dengan siang, hingga malam kadang menjadi siang dan menjadi kaum minoritas. Aku terlalu sibuk dengan siang hingga aku tak memperdulikan malam  sehingga sakit pun datang.  Di saat seperti ini aku baru butuh malam untuk memanjakan diriku. Tapi aku tak ingin malam menghalangi niatku melakukan itu semua, teriak batinku.

Pagi pun beranjak keluar dari rumahnya, dia memberikan banyak kekuatan untuk memandang hari esok dan untuk menghadapi siang. Terimakasih pagiku, yang telah mengingatkan tentang masa depan dan masa lalu untuk di jadikan pertimbangan.

laporan ekologi perairan

EKOSISTEM SUNGAI

SABILA RAHMAWATI

12/334917/PN/12933

BUDIDAYA PERIKANAN

INTISARI

Praktikum ekologi perairan acara ekosistem sungai dilaksanakan pada tanggal 4 april 2013 pukul 13.30-17.00 wib di sungai tambak bayan. Lokasi pengamatan di bagi menjadi 4 stasiun pengamatan. Pada  masing-masing stasiun diukur beberapa parameter seperti parameter Kimia (pH, DO, CO2 bebas dan alkalinitas), parameter FISIKA (kecepatan arus dan suhu), dan parameter BIOLOGI (densitas dan diversitas plankton). Pengukuran parameter ini berguna dalam mengethaui pengrauh lingkungan terhadap populasi plaktin dan bentos. Cara pengukuran diambil dengan jalan mengambil sampel dari masing-masing stasiun secara acak. Berdasarkan hasil pengolahan data stasiun 3 yang paling baik karena mempunyai nilai diversitas planton dan diversitas bentos yang cukup tinggi. Nilai diversitas plankton sebesar 0.4098 dan diversitas bentos 0,9. Walaupun diversitas plankton stasiun 1 sebesar 0,9142 yang  lebih tinggi  dari stsiun 3. Secara keseluruhan perairan dalam kondisi baik dengan dilihat dengan berbagai parameter yang ada.

Kata kunci: densitas, diversitas, ekosistem, gastropoda, plankton.

Pendahuluan

Sungai merupakan salah satu sumber air tawar yang sangat penting  untuk kehidupan manusia. Karena, air di darat lebih sedikit dibandingkan dengan laut dan daratan itu sendiri. Sungai adalah sarana mempunyai manfaat yang penting seperti mudah didapat , Komponen yang penting dalam siklus hidrologi dan paling mudah dalam pembangunan tersier. Eksploitasi sungai ynag berlebihan mengganggu komponen di dalamnya. Oleh karena itu, pada praktikum ini salah satunya bertujuan untuk mengetahui kualitas air. Kualitas itu sendiri ditentukan oleh parameter fisik, kimia dan biologi.

Ekologi berasal dari bahasa yunani oikos: rumah dan logos: ilmu. Sehingga secara harfiah adalah ilmu tentang rumah tangga makhluk hidup (Kristanto,2002). Ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosisitem perairan. Ekosistem perairan masih dibagi lagi mnejadi ekosistem air tawar dan air asin. Ekosistema air tawar selalau mengalami perubahan kualitas dan kuantitas akibat pengaruh faktor abiotik yang bervariasi (Sumaryam,2001). Ekosistem sungai mempunyai ciri aliran yang mengalir satu arah (dari hulu ke hilir). Organisme atau makhluk di sungai biasanya ikan, mikrofita, dan alga (Sudarjanti Dan Wijarni,2006). Menurut Sutrisno (2004), organisme yang ada  pada sungai yakni plankton yang termasuk di dalamnya fitoplankton atau zooplankton. Plankton hidup dengan mengapungkan diri di permukaan air. Nekton ialah Organisme yang  aktif di dalam air. Seperti Arfiati (2009), ekosistem air tawar di ikuti oleh organisme dari tingkat bawah sampai organisme tingkat atas.

Pada praktikum ini juga ada 4 tujuan yaitu mempelajari karakteristik ekosistem sungai dan faktor-faktor pembatasnya, mempelajari cara-cara pengambilan data tolak ukur fisik, kimia dan biologi. Mempelajari juga korelasi antara beberapa tolak ukur lingkungan dengan komunitas biota perairan dan mempelajari kualitas perairan sungai berdasarkan indeks diversitas biota perairan.

Metodologi

Kegiatan praktikum ekologi perairan acara ekosistem sungai dilakukan pada hari kamis 4 april 2013 yang bertempat di sungai Tambak Bayan tepatnya pukul 13.30-17.00 WIB. Sungai yang menjadi lokasi ini masih terletak di kawasan Sleman-Yogyakarta. Adapun alat yang digunakan dirinci sebagai berikut bola tenis meja, stop wacth, roll meter, termometer, botol oksigen, erlenmeyer, gelas ukr, pipet tetes, pipet ukur, mikroburet, ember plastik, petersen grab, surber, plot kayu, sikat halus, kuas halus, saringan, mikroskop, kertas label, dan pensil. Kemudian bahan-bahan yang digunakan adalah kertas ph, ph meter, larutan MnSO4, larutan reagen oksigen, larutan H2SO4 pekat, larutan 1/80 na2so4, larutan KOH-KI, larutan 1/40 na2s2o3, larutan 1/44 naoh, larutan 1/50 h2so4, larutan 1/50 hcl, larutan indikator amilum, larutan mo, larutan pp, larutan indikator bcg, dan larutan 4% formalin.

Mekanisme praktikum ini dimulai dengan membagi perairan sungai menjadi beberapa stasiun pengamatan. Pada masing-masing staiun di ambil cuplikan makrobentos dengan cara menggunakan plot berukuran 40×40 cm. Plot digunakan untuk mengambil substrat di dasar. Substrat kasar seperti batu yang dimasukkan ke dalam tempat berisi air yang kemudian disikat perlahan lalu makrobentos ynag di dapat di pindahkan pada larutan formalin. Begitu pula denga substrat halus tapi sebelum dipindahkan sunstrat ini diletakkan di saringan bertingkat. Kemudian planton (makrobentos) diidentifikasi dan dihitung. Setelah data diambil maka dapat ditentukankeanekaragamannya denga rumus shannon-wiener H: –  ni: cacah individu suatu genus, N : cacah individu suatu genera. Pada masing-masning stasiun dilakukan pengukuran tolak ukur lingkungan fisik, kimia dan biologi.

Pembahasan

Pada praktikum ekologi perairan acara ekosistem sungai yang dilakukan disungai tambak bayan di bagi menjadi 4 stasiun pengamatan, stasiun pertama mempunyai topografi landai, sungainya berarus sedang dan mempunyai dasar berbatu/berkerikil dan bagian pinggirnya berpasir. Vegetasi yang ada di sungai tambak bayan sangat beragam mulai dari semak sampai pepohonan seperti pohon bambu, pohon pisang, dan salak. Sebagian besar vegetasi yang ada hampir sama namun pad abagia dasar sungai berbeda. stasiun kedua dasarnya berbatu dan mempunyai vegetasi semak dan pohon. Pada stasiun3 arusnya cukup deras dan topografi landai. Stasiun 4 memiliki arus yang terderas dari stasiun lainnya dan vegetasinya lebat.

Di keempat stasiun pengamatan dilakukan pngukuran do, co2 bebas, alkanitas, ph, kecepatan arus  sungai , suhun air, dan pengambilan sampel terhadap diversitas makrobentos menggunakan metode plot. Dari data yang tercatat dapat dihasilkan data sebagai berikut:

Data Hasil Pengamatan

Ekosistem Sungai

Golongan A-4

Lokasi Sungai Tambak Bayan, Yogyakarta

Kamis 4 April 2013

Parameter

Stasiun

I

II

III

IV

Fisik

 

 

 

 

   Suhu udara (°C)

23

29

26

   Suhu air (°C)

25.6

28.5

29

   Kecepatan arus (m/s )

1.1

0.69

0.58

11.28

   Debit (m3/s)

1.914

2.33

0.11

3.19

Kimia

   DO (ppm)

6.34

6.4

6.1

4.5

   CO2 (ppm)

11.2

7

7.4

7.6

   Alkalinitas (ppm)

62

33.2

76

134

   pH

7

7

7

7

Biologi

   Densitas plankton (idv/L)

377,5

132,5

245

1487,5

   Diversitas plankton

0.9142

0.3658

0.4098

0.2040

   Densitas Makrobentos (idv/m2)

44

256

69

56

   Diversitas Makrobentos

0

0.7

0.9

0.7

   Densitas Gastropoda (idv/m2)

0.06

381

25

36

Cuaca

Mendung

Hujan

Hujan

Hujan

Vegetasi

Semak bambu

Semak, pohon

Semak, pohon

Semak, pohon

Berdasarkan tabel di atas  ada satu parameter fisik yaitu suhu yang tidak terisi karena peralata yang ada dalam keadaan rusak sebelum digunakan. suhu stasiun 2 paling rendah dari pada stasiun 3 dan 4. Hal ini bisa terjadi karena pengaruh hujan yang dapat menyebabkan udara dingin. Sedangkan suhu airnya ada yang lebih tinggi dari suhu udara seperti yang terjaid pada stasiun 2 dan 4. Perbedaan ini dipengaruhi oleh panas matahari yang masih tresimpan pada air . kecepatan arus pada masing-masing stasiun disebabkan oleh topografi sungai. Selain parameter fisik ada keterkaitan antara parameter biologi dengan kimia. Pada tabel stasiun 1 paling mencolok yakni kadar co2 bebas yang tinggi dapat menyebabkan diversitas yang rendah.

Seperti yang sudah dikemukakan di depan suhu air dan suhu udara pada setiap stasiun relatif sama kecuali stasiun 1. Faktor eksternal yang mempengaruhi berperan dalam perubahan suhu ini seperti curah hujan dan mendung. Nilai tersebut dapat dipengaruhi faktor seperti awan, kedalaman air, dan aliran air. Selain itu suhu air sangat berpengaruh pada jumlah oksigen terlarut dalam air.

Dari data/grafik dapat langsung di lihat bahwa kecepatan terbesar ada pada stasiun 4. Dalam diskripsi stasiun kelompok 4 termasuk landai topografinya. Laju aliran perlahan menurun pada ketinggian yang lebih rendah dan volume air meningkat sampai arus yang cepat menjadi tenang (Mc naughton,1998).  Kecepatan arusdan debit air akan mempengaruhi keberadaan plankton karena plankton bergerak dengan cara mengikuti arus (wibisono,2005). Pada stsiun 4 kecepatan kondisi dasar yang berbatu dapat mengakibatkan arus menjadi deras.

Berikutnya adalah parameter kimia yakni do (dissolve oxygen) dibandingkan oleh stasiun 4, di stasiun 1 dan 2 relatif sama sedangkan stasiun 4 mempunyai kadar do paling rendah. Perbedaan tinggi rendahnya kadar do berpengaruh pada densitas dan diversitas plankton serta makrobentosnya. Kenaikan kandungan do di duga karena selama perjalanan air dari hulu ke hilir banyak menerima limbah buangan. Kandungan do pada stsiun 4 bisa kurang menguntungkan biota yang ada di dalamnya.karena kurang memenuhi standar yakni 6,00 mg/l  (sukadi,1999).

Parameter kimia selanjutnya adalah kandungan c02 pada tiap-tiap stasiun. Kandungan co2 tertinggi berada di stasiun 1 dan kandungan c02 pada stasiun 2,3, dan 4 relatfi sama. Perbedaan mencolok ini bisadi sebabkan karena pada stsiun 1 berdekatan jaraknyadengan rumah makan yang bisa menjadi tempat membuang sampah ataupun bahan organik lainnya. Jika dibandingkan dengan stasiun 2 kandungan co2 bebasa lebih rendah dari stasiun 1 hal ini membuktikan stasiun 2 lebih baik dari stasiun 1. Terbukti dengan adanya kolam ikan (budidaya ikan) pada stasiun 2. Nilai co2 dapat mempengaruhi nilai pH sautu perairan.

Alkalinitas  pada keempat stasiun besarnya fluktuatif. Alkalinitas terendah ada pada stasiun  2 dan alkalinitas tertinggi terjadi di stasiun 4. Alkalinitas yang rendah dapat mengimbangi adanya kadar CO2 yang tinggi. Sebab CO2 yang tinggi bisa menaikkan pH air. Akalinitas dipengaruhi oleh konsentrasi ion Co3, konsentrasi basa dalam air, NaCl, dan Na2CO2. Pada air tawar yang normal mempunyai alkalinitas 40 ppm, tapi nilai rangenya berkisar antara 20-30 ppm (Van Wyk Dan Scarpa,1999).

Berdasarkan grafik pH per stasiun di atas harga ph tiap-tiap stasiun relatif sama jika berbeda pun selisihnya sedikit. Kondisi ini berarti perairan sungai pada stasiun 1,2,3, dan 4 cukup baik. ph iar diukur karena banyak seidkitnya ion (H+) yang terkandung pada air. Semakin banyak kandungan ion hidrogen semakinasam sifatnya. Sebaliknya apabila kandungan (H+) nya sedikit maka bersifat basa. Peningkatan 1 Ph pada air akan menngkatakan kadar amonia 10 kali lipat.

Parameter yang terkahir adala parameter biologi yang meliputu densitasa plankton. Kepadatan plankton terjadi pada stasiun 4 yang tertinggi sedangkan pada stasiun 1,2, dan 3 densitas relatif rendah. Densitas yang tinggi pada stsiun 4 disebabkan oleh kecepatan arus air sungai. Semakin cepat arus sungai tersebut semakin tinggi kecepatan plantonny. Plankton mempunyai daya gerak pasif yang distibusinya di pengaruhi oleh daya gerak air seperti arus dan lainnya (suin,2002). Selain itu, kekeruhan air juga mempengaruhi kepadatan plankton. Kelompok fitoplankton yang  mendominasi  perairan tawar terdiri dari diatom dan ganggang hijau-biru.

Parameter biologi terakhir adalah diversitas plankton dan makrobentos. Diversitas terendah plankton trejadi pada stasiun 1 dan tertinggi pada stasiun 3. Disamping itu, diversitas makrobentos tertinggi pada stsiun 1 dan terendah pada stsiun 4. apabila Nilai diversitas makrobentos pada stasiun 1 mendekai 1  berati di dalam komunitas terpadat spesies yang mendominasi spesies lainnya sebaliknya jika nilainya mendekati 0 maka tidak ada spesies yang mendominasi semakin ekstrim (basmi,2000). Faktor utama yang mempengaruhi organismekarena adanya konversi lahan mangrove menjadi lahan, pencemaran kimia dan organik serta perubahan iklim (widodo,1997).

Berdasarkan ulasan grafik dari parameter fisik, kimia, dan biologi di atas dapat dilihat bahwa stasiun 1 paling tinggi diversitas planktonnya ari pada stsiun lain. Sementara itu,untuk diversitas mekrobentos yang paling tinggi berada pada stasiun 3. Di Stasiun 1 ada beberpa macam spesies plankton seperti clorella sp, synedra sp, dan strauratum sp. Untuk macam spesiesnya yang makrobentos ada melanoides sp. Pada stasiun 2 jenis planktonnya sama dengan stasiun 1 sedangkanuntuk macam makrobentosnya lebih banyak yakni ada melanoides sp, pecten sp, dan parathelpusa sp. Selanjutnya stasiun 3 mempunyai jenis plankton ynag lebih bervariasi seperti jenis clorella sp. Chroococcus sp, leuvina sp, synedra sp, meloaira granulata, dan pinnularia nobilis sedangkan macam makrobentos yang ada melanoides sp dan pecten sp. Pada stasiun 4 spesies planktonnya hanya ada clorella sp dan synedra sp. Sedangkan spesies makrobentosnya ada Pilla ampulaceae dan Melanoides sp. Faktor yang menyebabkan tingginya diversitas stasiun 3 adalah kandungan unsur hara yang terdapat pada perairan tersebut. Selain itu, kecepatan arus pada stasiun ini relatif lambat, kadar do juga rendah atau masih standar  kadar co2 bebas juga begitu cukup standr dengan rentang co2 bebas 2 mg/l-12 mg/l. Alkalinitas pada stasiun ini juga sedang yakni pada skala 76 ppm.

Kesimpulan

Dari pembahasan serya pengolahan data dapat disimpulkan sungai tambak bayan bisa menjadi tempat hidup makrobentos dan plankton. Walaupun, keanekaragaman dan kerapatannya berbeda. sungai ini memiliki karakteristik dari dasar berbatu sampai berpasir, topografinya cukup landai, ada bagian ynag berarus deras dan berarus sedang. Pada acara ekosistem sungai juga dipelajariparameter fisik (kecepatan air sungai,  suhu air sungai dan debit air), parenetr kimia (ph, do , co2 bebas dan akalinitas), dan parameter biologi (densitas dan diversitas makrobentos dan plankton). Kemudian juga hubungan antara lingkungan sangat berpengaruh terhadap populasi makorbentos. Plankton dan makrobentos sangat peka terhadap pencemaran atua kandungan bahan organikdan anorganik. Berdasarkan indeks diversitas diperoleh bahwa sungai tambak bayan mempunyai kualitas perairan yang cukup baik untuk kehidupan makrobentos.

Saran

Pada pelaksanaan praktikum ini sudah baik tapi mengenai kondisi sungai di tambak bayan masih ada pembuangan limbah ke sungai tersebut. Sehingga, dapat dijadikan tolak ukur tingkat pencemaran. Secara relatif kondisi sungai di tambak bayan sudah baik hanya pada beberapa stasiun saja yang terdapat pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, perlu diadakan praktikum ekologi perairan acara sungai.

Daftar pustaka

Arfiati, diana. 2009. Strategi peningkatan kualitas sumber daya pada ekosistem perairan air tawar. Malang. Universitas  Brawijaya

Basmi, hj. 2009. Planktonologi: plankton sebagai indikator kualiatas perairan. Bogor.ipb

Kristanto, philip.2002. ekologi industri:LPPM.surabaya.universitas kristen petra

Mc naughton.1998.ekologi umum edisi ke 2.yogyakarta.ugm press

Subarjanti.2006. keanekaragaman dan kemelimpahan makrobentos.jakarta.erlangga

Sun, nm.2002.metode ekologi. Padang. Universitas andalas.

Sukardi,k.1999. pengantar ekologi.bandung.pt. remaja rosda karya

Sumaryam.2001.susunan dan macam ekosistem.jakarta.djambatan

Sutrisno dan suciastuti.2004. studi ekologi perairan.jakarta.kanisius.

Van wyk p and john scarpa.1999.water quality requirtments and management.chapter 8. London

Wibisono,k.2005. fisiologi hewan.semarang. universitas negeri semarang.

Widodo,j.1997.biodiversitas sumber daya perikanan laut peranannya dalam pengelolaan terpadu wilayah pantai. Dalam: mallawa,a.r.syam, n.naamin, s.nurhakim, e.s. kartamihardja, a. Poernomo dan rahmansyah. Prosiding simposium perikanan indonesia II, ujung pandang, 2-3 desember 1997. Penyelenggara: universitas hassnudin, japan internasional coorporation agency, ikatan sajana perikanan indonesia dan himapikani.