Batas

Sudah hampir setahun ternyata aku lulus kuliah dan bekerja di tempat ini. Dimulai di bulan oktober tahun lalu, aku berniat mencari pengalaman sebelum benar-benar terjun langsung ke dunia profesional yang sebenarnya. Berharap ini adalah langkah awal untuk membuka pintu-pintu lainnya, mengantarkan pada gerbang sesungguhnya. Aku pikir ini hanya berlangsung sebentar lalu segera masuk pada pintu berikutnya. Namun, hidup tak selucu itu ternyata.

Setahun bekerja di bawah ketiak kampus, selama itu pula aku masih berusaha mengembangkan kelihaian di bidang lainnya. Yang harusnya membuatku belajar lebih banyak di pekerjaan ini, tentang penyakit ikan. Tapi, ada niat yang mencelos di diri berusaha didengarkan juga. 

Batas. kadang orang-orang berpikir tak bisa dilewati ataupun dilampaui. Sebagian yang lain berkata tak ada yang tak mungkin selagi kita mau di dunia. Aku, lebih memilih yang kedua. Mencoba menantang diri lebih berat dengan menggenggam dua hal yang berbeda. Mengolah tentang apa yang telah didapat selama empat tahun belajar dan menjalankan apa yang disebut passion, kata mereka. 

Pun sampai sekarang kemauan diri belum pasti kemana arahnya. 

Yang aku tahu, aku hanya perlu berusaha tumbuh dan lebih cermat melihat peluang, apapun. Tak kubatasi peluang yang ada. Tidak harus ini ataupun itu. Karena hidup ini unik, aku yakin setiap peristiwa akan mendekatkan pada apa yang kita mau. Meskipun semua terlihat masih abu-abu. 

Tak ada yang terbatas, yang ada hanya kita tidak mau. 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s