Pada ocehan-ocehan yang ironi

Kubungkam hal yang sepertinya tak layak

mengatur sama berat antara ini dan itu

menjaga sedemikian rupa agar tidak pernah luput

aku mengikuti baris-baris percakapan,

dimana mereka hanya diam

dan aku merasa merendahkan diriku sendiri

kali ini ya

aku benar-benar ingin membuka topeng

setahun,

waktu yang cukup lama untuk menekan ‘ubun-ubun’

aku pergi

pada ocehan-ocehan yang hanya sekilas pergi tanpa dimengerti

pada ocehanku yang ironi untuk kalian

Sampai berjumpa di masa depan

 

 

Advertisements

Pertentangan ini

pada baris-baris tombol, aku adukan kegusaranku

menelisik apa yang tersirat di fikir

menunggu jawaban dari hati untuk memutuskan

haruskah kegigihan ini kalah hanya dengan hujan sehari?

hal apa yang membuat diri semakin iri?

pelik,

selalu seperti biasanya

hanya tombol dan kertas yang bisa merasakannya,

aku tahu ini terlalu awal

tapi, mengapa diri selalu lemah?

mencoba-coba, ketergantungan, dan semakin ambisius

haruskah aku lari kedua kalinya, untuk membunuh dan menikam hati?

tega, mengapa tak kubunuh saja dari hari kemarin

kemana saja aku?

kemana saja?

terlalu optimis akan cerita ini, iya?

coba tengok alasan kepergian kemarin

masih kurang jelaskah?

berjanji akan menjaga hati sendiri, tapi nyatanya?

kamu telah menjatuhkan itu lagi

pada siapa?

pada orang yang tak kau kenal, lagi

ya, baiklah.

pergi saja sejenak, jika itu menjawab kegusaran ini