Gadis T

Hallo.. Maaf setelah sekian lama melupakan blog ini dan membuatnya berjamur wkwk *lebay*

Kali ini ada suatu cerita kecil yang mungkin bisa menjadi insiprasi kepada teman-teman yang membaca ini. Cerita  tentang seorang gadis kelahiran temanggung yang tinggal di jambi. Sebut saja mawar *ehh* si T maksudnya. Seorang gadis yang kuat pendiriannya, mandiri, cerdas, dan pendiam. Oke, cukup penasaran dengan gadis ini bukan? Mari kita simak sekelumit potongan kisah tentang gadis ini.

Suatu malam aku sedang berjalan sendiri ketika hendak pulang membeli makan. Menyusuri jalanan bising dan bau asap oleh kendaraan yang lalu lalang. Dari jauh,  arah yang berlawanan dariku, ter lihat sosok gadis berkerudung ungu tua  membawa keresek dan menggendong tas ransel warna hitam. Mukanya terlihat cukup lelah yang ditandai dengan kepalanya menunduk ke arah tanah. Namun, begitu raut wajahnya masih terlihat cukup anggun bagi seorang yang sudah letih. Dari arah jauh aku sudah memasang wajah ingin menyapanya, lalu dia rupanya mengerti bahwa aku dari arah yang berlawanan. Kami lalu saling bersapa senyuman lalu berjalan masing-masing lagi. Yah. Hanya itu, hanya itu yang terjadi malam itu dan aku sudah bisa mendiskripsikan tentangnya.

Aku teringat satu setengah tahun yang lalu, ketika kami masih semester awal dan jadwal kegiatan kami belum sepadat ini. Sangat ingat, ketika kami saling bertukar ilmu sampai menginap di kosnya, dan berjalan bersama dengan rasa persahabatan yang sangat menyenangkan. Seketika berpapasan dengannya seakan aku tersengat listrik, bagaimana tidak?

hijab

“Dia cukup kukuh memegang prinsipnya, sederhana, dan pendiam. Dia memutuskan untuk benar-benar menuntut ilmu di kota ini dengan prinsip yang diakuinya. Meskipun banyak sekali pria yang mencoba mendekatinya namun ia tetap tak goyah, tak termakan omongan. Dari pria baik-baik sampai yang hanya iseng menggodanya”.

Sungguh, aku benar-benar salut dengannya. Menurutnya kesendirian itu adalah saat yang bebas, kau tak perlu ragu untuk melakukan hal apapun, mengkhawatirkan seseorang, buang-buang uang untuk makan ini dan itu, dan menyiapkan hati untuk di sakiti. Dengan kesendiriannya dia bahagia, bahkan dia dapat membuktikan bahwa semua tetap baik-baik saja dan berjalan sangat indah. Sifat kesehariannya pun sederhana, walaupun mungkin keluarganya terihat mampu. Dia pernah suatu waktu bercerita, bahwa uang jajannya ia sisihkan untuk ditabung dan makan secukupnya.

Apalagi  yan kurang dengan konsep dirinya? Ah, aku rasa semuanya cukup menjadikan kita dewasa dan bijak terhadap masa depan yang akan datang. Untuk tambahan lagi, sekarang dia cukup sibuk dengan perannya sebagai asisten 3 lab. Belum lagi ditambah tugas, laporan, dan jarkoman untuk kami teman seprodinya. Dia pun masih menggeluti bisnis jual pulsanya, ah ya rapat kkn yang dilakukan setiap minggu juga bahkan mengurangi waktunya untuk istirahat dan belajar. Tapi apa? Dia bisa mempertahankan IP sempurna selam 3 semester berturt-turut. Kau tahu, apa yang dia pikirkan saat semester pertama? Dia berpikir,  mengapa aku tak pernah punya teman? Apakah karena sifat yang pendiam menjadikan introvert sejati? Bagaimana kehidupanku berjalan nantinya? Tapi kini?

Dia dapat mengatasi semua gundah yang ada, menjadi asisten dan aktif bertanya serta berkomunikasi dengan semua orang menjadikannya lebih terbuka. Apa yang dia cemaskan kandas sudah, dia bisa. Ya.

tumblr_lf8niyyhUT1qafc06o1_500_large-750x501

Aku memang bukan teman dekatnya, hanya teman sepermainan saja. Namun, entah mengapa sangat bahagia ketika mengenal gadis sebaik dia yang mempunyai prinsip begitu kuatnya. Aku bahagia karena orang-orang baik masih ada di sekelilingku. Masih menjadi cerminan akan tingkahku yang buruk. Dia juga gadis yang taat beragama namun tidak tunjukkan dengan hal yang berlebihan, bijaksana menaggapi masalah yang ketika aku hadapi harus kutangani dengan kaku. Terimakasih temanku, hanya dengan berpapasan aku menjadi semangat kembali.

NB: ijinkan temanmu ini menuliskan sepotong kisah tentangmu