Dilema petani yang terselesaikan

PP-lagi-3

Pada saat ini petani dihadapkan dengan keadaan yang membingungkan. Menggarap lahan dengan susah payah namun,hasilnya kadang kurang memenuhi modal awal. Sebenarnya,pemerintah telah memberi bantuan akan subsidi pupuk dan mereka juga telah melakukan penyuluhan terhadap para petani. Lantas, apa yang menjadikan petani ini tidak pernah mendapatkan hasil yang optimal? Seperti yang kita ketahui pemerintah hanya mencekoki petani dengan bahan mentah, yang artinya memberikan sesuatu yang tidak bisa diciptakan oleh para petani itu sendiri. Misalnya saja pemberian pupuk yang bersifat anorganik. Pupuk anorganik yang terbuat dari perpaduan bahan kimia sangat tidak baik untuk kesuburan tanah jika dilakukan terus- menerus. Pada penggunaan pupuk anorganik tanah hanya diberi NPK tapi, tidak bisa mengahilkan NPK sendiri. Itulah sebabnya mengapa petani membutuhkan modal yang banyak dan produktivitas tanah itu sendiri menjadi menurun yang akhirnya tanah berkurang kesuburannnya. Sementara, produsen pupuk itu sendiri sudah tidak menghasilkan pupuk anorganik yang banyak diminati petani.

indonesian_farmer

 Masyarakat sementara ini menganggap petani adalah orang miskin dan sering dikucilkan dalam status sosial. Padahal petani di jepang,cina dan negara asia timur sangat menghargai seoarng petani. Karena, mereka menganggap bahwa petani adalah produsen dari dari sumber makanan mereka. Seperti, buah-buahan,sayur-mayur, dan beras.

IKAN BADUT

PEMBAHASAN

Taksonomi

Clown fish lebih banyak dikenal masyarakat dengan sebutan ikan badut. Clown fish sebenarnya terdiri tidak kurang dari 29 jenis, 28 jenis dari genus Amphiprion, sedangkan satu jenis merupakan spsies dari genus Premnas yang mempunyai ciri khusus duri preoperkualitas yang dijumpai dibawa matanya. Pola warna pada ikan ini sering dijadikan dasar dalam proses identifikasi mereka, disamping bentuk gigi,  kepala dan bentuk tubuh. Secara umum ikan Clown fish berukuran kecil, maksimal dapat mencapai ukuran 10 – 15 cm. Berwarna cerah, tubuh lebar (tinggi) dan dilengkapi dengan mulut yang kecil (Fautin, D.G. et.,al. 2007).

Ikan badut dari genus Amphiprion diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom   :           Animalia
Filum         :           Chordata
Kelas         :           Actinopterygii
Super ordo            :           Teleostei

Ordo          :           Perciformes
Famili        :           Pomacentridae
Upafamili  :           Amphiprioninae

Genus        :           Amphiprion

Spesies      :           Amphiprion sp.

Ikan badut umumnya berwarna kuning, oranye, kemerahan, hitam dan putih dengan motif badan cenderung berupa garis. Ukuran maksimalnya dapat mencapai 10 – 18 cm. Ikan badut jantan cenderung memiliki tubuh lebih kecil daripada betinanya.

Kerabat Ikan Badut

Amphiprion akallopisos

Amphiprion mccullochi

Amphiprion akindynos

Amphiprion melanopus

Amphiprion allardi

Amphiprion nigrisep

Amphiprion bicinctus

Amphiprion ocellaris

Amphiprion chagosensi

Amphiprion omanensis

Amphiprion chrysogaster

Amphiprion percula

Amphiprion chrysoptarus

Amphiprion perideraion

Amphiprion clarkii

Amphiprion polymnus

Amphiprion ephippium

Amphiprion rubrocintus

Amphiprion frenatus

Amphiprion sandraracinos

Amphiprion fuscocaudatus

Amphiprion sebae

Amphiprion latezonatus

Amphiprion thiellei

Amphiprion latifasciatus

Amphiprion tricinctus

Amphiprion leukokranos

Premnas biaculeatus

Makanan

Ikan badut merupakan ikan omnivore (pemakan hewan dan tumbuhan). Makanan ikan badut biasanya berupa invertebrata kecil yang  melekat di tentakel anemon. Ikan badut makan dari sisa makanan anemon. Ikan ini menunggu anemon melumpuhkan dan memakan ikan tangkapan. Ikan badut akan memakan sisa-sisa makanan yang tidak termakan anemon. Ikan badut juga memakan tentakel anemon yang sudah mati, alga dan plankton.

.Habitat dan Distribusi

Ikan badut merupakan ikan karang tropis yang hidup di perairan hangat pada daerah terumbu dengan kedalaman kurang dari 50 meter dan berair jernih. Dengan daerah penyebaran di Samudera Pasifik (Fiji), Laut Merah, Samudra Hindia (Indonesia, Malaysia, Thailand, Maladewa, Burma), dan Great Barrier Reef Australia. Kelompok ikan ini hidup di habitat sesuai dengan habitat anemon laut yang ditempati.

Anemon yang biasa menjadi inang clownfish

  • Bubble Tip Anemone (Entacmaea quadricolor)
  • Magnificent Sea Anemone (Heteractis magnifica)
  • Giant Carpet Anemone (Stichodactyla gigantea)
  • Saddle Carpet Anemone (Stichodactyla haddoni)
  • Marten’s Carpet Sea Anemone (Stichodactyla mertensii)
  • Sebae anemone (Heteractis crispa)

 

Bubble Tip Anemone (Entacmaea quadricolor)

 

Magnificent Sea Anemone (Heteractis magnifica)

 

Giant Carpet Anemone (Stichodactyla gigantea)

 

Saddle Carpet Anemone (Stichodactyla haddoni)

 

Marten’s Carpet Sea Anemone (Stichodactyla mertensii)

 

Sebae anemone (Heteractis crispa)

Simbiosis Mutualisme

Ikan badut dan anemon hidup berdampingan dan saling menguntungkan.

 

Simbiosis mutualisme Amphiprion percula dengan Heteractis magnifica

Anemon akan melindungi ikan badut dan ikan badut akan menangkal ikan kupu-kupu (Butterfly Fish) yang suka memakan anemon. Ikan badut juga akan memakan invertebrata kecil yang melekat di tentakel anemon sebagai parasit yang membahayakan anemon dan membantu membersihkan anemon dari kotoran seperti pasir dan lainnya. Di sisi lain kotoran dari ikan badut memberikan nutrisi untuk anemon.

 

ikan kupu-kupu

Anemon memiliki sengatan beracun yang hanya dapat ditahan oleh ikan badut. Seperti halnya penghuni laut lainnya, ikan Badut sebenarnya tidak memiliki kemampuan untuk melawan racun dari Anemon. Meskipun demikian mereka memiliki cara untuk mengatasi racun tersebut. Tentakel Anemon dilapisi oleh lendir yang memiliki kandungan tertentu untuk melindunginya dari sengatan tentakel yang lain atau tersengat oleh tentakel sendiri. Lendir inilah yang dimanfaatkan oleh ikan Badut untuk melindungi badannya dari sengatan tentakel Anemon. Ikan Badut dapat bertahan beberapa saat terhadap sengatan tentakel sebelum lumpuh. Dengan cara menggosok – gosokkan badannya secara cepat pada tentakel, ikan Badut dapat melumuri seluruh tubuhnya dengan lendir anti-sengat tentakel. Dalam waktu satu jam seekor ikan Badut akan bisa menyelimuti seluruh tubuhnya dengan lendir anti-sengat tersebut, sehingga pada akhirnya dia akan kebal sama sekali terhadap sengatan tentakel. Dengan demikian, mereka akhirnya akan aman bermain dan berada diantara tentakel – tentakel Anemon. Pada malam hari mereka sering tidur dengan berselimutkan tentakel – tentakel tersebut. Apabila ikan Badut dipisahkan dari Anemon selama beberapa jam, mereka akan segera kehilangan kekebalannya. Dan untuk menjadi kebal kembali mereka perlu beradaptasi dan memerlukan waktu seperti disebutkan diatas.

 Reproduksi

Semua ikan badut berjenis kelamin jantan ketika mereka lahir. Setelah mereka dewasa , individu dominan akan berubah menjadi betina. Betina biasanya berukuran lebih besar daripada jantan dan akan menjadi pemimpin utama dari wilayah mereka. Ikan badut hidup dalam kelompok kecil dalam satu anemon yang terdiri dari pasangan induk, beberapa ikan jantan muda, dan beberapa anakan ikan yang juga berkelamin jantan. Ketika betinanya mati, ikan jantan dominan akan berubah kelamin menjadi betina dan akan mencari pasangan jantan, strategi ini dikenal sebagai sequential hermaphroditism (perubahan kelamin secara berurutan).

Berbeda dengan jenis ikan lainnya, perilaku kawin ikan Badut menunjukkan sifat kebalikan. Apabila pada ikan lain, diperlukan beberapa betina untuk satu jantan, pada ikan Badut justru satu betina memiliki beberapa jantan.

Saat musim pemijahan (sekitar bulan purnama), telur diletakkan pada permukaan relatif datar dekat anemon mereka. Kedua induk menjaga telur dan mengipas telur mereka dengan air segar selama 6 sampai 10 hari. Biasanya penetasan terjadi saat malam hari, kurang lebih 2 jam setelah matahari terbenam.

Setelah menetas, bayi ikan badut akan naik ke permukaan dan hidup dengan memakan plankton. Setelah cukup besar, anakan ikan badut akan turun dari permukaan dan mencari anemon inang yang sesuai. Di anemon inang, mereka akan mengikuti tahapan hirarki yang ada. Setelah tumbuh dari anakan menjadi remaja yang belum matang secara seksual, ikan badut akan masuk ke tahap berikutnya, yaitu mengembangkan alat reproduksi jantan (gonad) yang matang sebagai pasangan betina dominan.

Budidaya

Ikan badut adalah jenis ikan hias air laut yang mempunyai penggemar cukup banyak dan berhasil dikembangbiakkan di penangkaran dalam skala besar. Ikan badut dapat menjalani siklus hidupnya di bak-bak adan aquarium, walaupun ada beberapa spesies yang menjadi sangat agresif ketika dibiakkan di penangkaran. Salah satu jenis yang sangat umum dikenal dan telah berhasil ditangkarkan adalah Amphiprion ocellaris.

Saat ini di Indonesia telah dimulai adanya kegiatan penangkaran baik oleh instansi pemerintah dan juga unit usaha milik swasta. Kegiatan budidaya khususnya pembenihan akan berlangsung optimal (produksi berkesinambungan) bila terpenuhi beberapa faktor pendukung seperti teknologi pembenihan dan pembesaran Clown fish yang mapan, pengelolaan dan penyediaan pakan dengan optimal dan penyediaan calon induk atau induk hasil tangkaran yang berkualitas baik/unggul.

Belum banyak orang atau lembaga yang bisa membudidayakan ikan badut.  Salah satu lembaga yang bisa adalah Balai Besar Riset Perikanan dan Budidaya Laut (BBRPBL) Kementerian Kelautan dan Perikanan di Gondol, Buleleng, Bali.  Ada dua jenis clown fish yang berhasil dikembangkan bibitnya di sini. Salah satunya dengan garis hitam yang di pasar lebih mahal harganya. Satunya lagi yang tanpa garis hitam.  Nemo yang bergaris hitam punya nama ilmiah Amphyprionpercula. Adapun yang tidak bergaris hitam punya nama ilmiah Amphyprionocellaris.

Dalam upaya pembenihan, BBRPBL menggandeng pihak swasta CV Dinar di Gilimanuk yang bergerak dalam usaha pembesaran dan pengeksporan ikan badut. Perusahaan tersebut awalnya sebagai penyedia indukan untuk penelitian. Namun, mereka kini juga dapat melakukan pembenihan sendiri.  Dalam setahun, satu pasang indukan ikan badut dapat menghasilkan bibit sekitar 50.000 ekor. Tingkat keberhasilan pembenihannya bisa dikatakan ekonomis.  Ikan badut biasanya dieskpor sebagai ikan hias ke Singapura, AS, dan Hongkong.

MAKALAH IKAN KAKAP

MAKALAH IKTIOLOGI

IKAN KAKAP

 

 

 

logo-ugm

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh :

                                                            Fardila Ismi Aulia (12683)

Khusnul Alfionita (12679)

Ardhian Kurniawan (12669)

Andrew            S         (12657)

Hari Setyo Budi           (12677)

Demi Nurinci      (12673)

 

 

FAKULTAS PERTA

NIAN

JURUSAN PERIKANAN

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

2013

 

  1. Klasifikasi  dan Morfologi

Klasifikasi A. virescens Valenciennes, 1830 menurut Saanin (1968 dan 1984) adalah sebagai berikut:

Filum                     : Chordata

Sub filum  : Vertebrata

 

Kelas                     : Pisces

Sub kelas   : Teleostei

Ordo                      : Percomorphi

Sub ordo               : Percoidea

 

Divisi                     : Perciformes

Family                   : Lutjanidae

Spesies                  :Aprion virescens

 

Sinonim                 :Mesoprion m

icrochir, Sparopsis elongates, Sparopsis latifrons, Aprion konekonis

Nama umum          : Green jobfish

Nama lokal            : Kurisi Bali (Indonesia), Gunturu(Makasar), Panakol bedug (Palabuhanratu)

Nama dagang        : Gray Snappers (USA), Uku (Hawai), Aochibiki (Jepang), Vivaneau job (Perancis), Pargo verde (Spanyol).

              A. virescens memiliki cirri khusus sirip dada yang pendek, membundar dan sepanjang hidung (Saanin, 1984). Badannya me

manjang, kokoh, moncong di bawah lubang hidung dengan alur horizontal, rahang atas dan rahang bawah hamper sama. Rahang atas tidak bersisik, selaput sirip punggung dan sirip dubur tanpa sisik. Terdapat lingkar gigi pada kedua rahang, memiliki gigi taring yang terdapat di depan. Maxilla tanpa sisik dan memanjang vertical melalui garis tepi yang licin. Lengkungan insang pertama berkisar 7-11 buah melekat pada bagian atas dan pada oto bagian bawah 11-15 buah dengan total kisaran 18-26 buah. Sirip punggung keras dan sirip punggung lemah bersambung tetapi terdapat sedikit lekukan yang tidak terlalu dalam. Sirip ekor bercabang dua berbentuk forked (bercagak). Sirip punggung dengan jari-jari keras berkisar 10-2 buah, jari-jari sirip punggung lemah berkisar 6-10 buah, sirip dada berkisar 15-17 buah dan garis rusuk (linea lateralis) berjumlah 50-53 buah. Badan berwarna hijau gelap atau biru abu-abu, sirip-siripnya kuning atau ungu (Allen,2001)

 

A.virencens hidup menyendiri atau soliter.Makanannya berupa ikan-ikan kecil, udang, kepiting, plankton dan chepalapoda. Ikan ini tersebar pada daerah Indo Pasifik yang meliputi Afrika Timur, Kepulauan Hawai, utara Jep

ang, selatan Australia, dan Afrika Selatan (Allen,2001). Myers (1999) in Haight (2005) melaporkan A.virescens di Hawai mendiami perairan pada kedalaman 3-180 meter pada substrat yang keras dengan struktur yang kompleks. Haight (1989) in Haight (2005) melaporkan bahwa sebagian besar CPUE untuk A.virescens di Hawai terjadi pada kedalaman 50-100 m sedangkan di perairan barat Indonesia melalui servey kapal-kapal penelitian Bawal Putih 2 dan Jurong pada tahun 1974-1979, sebagian besar A.virescens tertangkap pada kedalaman 20-100 m (Pauly dan Martosubroto, 1996).

 

  1. Reproduksi

Reproduksi merupakan mata rantai dalam siklus hidup ikan, yang berhubungan dengan mata rantai yang lain untuk menjamin keberlangsungan hidupnya (Nikolsky, 1963). Dalam biologi perikanan, analisis siklus hidup

yang berhubungan dengan reproduksi terutama difokuskan pada ikan betina karena produksi keturuna

n (telur) pada ikan betina sangat terbatas dibandingkan produksi sperma pada ikan jantan (Helfman et al., 1997 in Murua et al.,2003).

Pola reproduksi ikan-ikan laut dalam diperkirakan berlangsung sepanjang tahun berdasarkan stabilitas fisika dan  kimia perairan laut dalam. Waktu dan durasi dari punca pemijahan dan kematangan umur berbeda dengan berbedanya spesies, daerah distribusi masing-masing spesies dan kedalaman dari masing-masing  spesies. Reproduksi musiman pada ikan-ikan di laut dalam tidak dikontrol oleh cahaya dan temperature sebagaimana pada ikan-ikan di perairan yang lebih dangkal tetapi dikontrol oleh ketersediaan makanan, penenggelaman bahan organic, arus laut dalam dan migrasi vertical (Rotllant et al., 2002).

Parameter lingkungan yang konstan sepanjang tahun, diharapkan membuat reproduksi mengikuti suatu pola berkala.Rokop (1974) in Nybakken (1988) melaporkan reproduksi berbagai peghuni dasar laut dalam b

erlangung konstn sepanjang tahun tanpa adanya puncak musiman.Sedangkan di bagian mesopelagik (perairan tengah) seperti habitat A.virescens, daur reproduksi ikan-ikan terjadi secara musiman misalnya di musim semi dan musim panas.Dilaporkan, ikan kakap memijah pada waktu malam hari dekat perairan terbuka dan bersamaan dengan waktu pasang purnama atau bulan penuh dan dilakukan dalam keadaan dimana kecepatan arus angin minimum (Grimes, 1987 in Herianti dan Djamal, 1993).

Ikan kakap merah (Lutjanus sp.) mempunyai badan bulat putih memanjang dengan sirip punggung dapat mencapai 20 cm. Umumnya 25-100 cm, gepeng, batang sirip ekor lebar, mulut lebar, sedikit serong dan gigi-giginya halus. Ikan kakap merah mempunyai bagian bawah penutup insang yang berduri kuat dan bagian atas penutup insang terdapat cuping bergerigi.Bagian punggung warnanya mendekati keabuan, putih perak bagian bawah dan dengan sirip-sirip berwarna abu-abu gelap.Ikan kakap merah termasuk ikan buas, makanannya ikan-ikan kecil dan crustacea.Ikan kakap merah hidup di perairan pantai, muara sungai,

 teluk, dan air payau (Ditjen Perikanan 1990).

 

 

Klasifikasi ikan kakap merah (Lutjanus sp.) (Saanin 1968) adalah sebagai berikut:

Kingdom         : Animalia

Filum               : Chordata

Subfilum         : Vertebrata

Kelas               : Pisces

 

Subkelas          : Teleostei

bOrdo              : Percomorphi

Subordo          : Percoidea

Famili              : Lutjanidae

Genus              : Lutjanus

Spesies            : Lutjanus sp.

Kapsul

Kata kapsul berasal dari bahasa Lati

n yaitu capsula, yang berarti kotak kecil,sedangkan pada pemakaian bahasa Inggris digunakan untuk banyak objek yang berbeda, mulai dari bunga(flowers) hingga pesawat luar angkasa (spacecraft). Kata tersebut dalam farmasi digunakan untuk mendeskripsikan edible package yang terbuat dari gelatin atau material lain yang sesuai yang kemudian diisi dengan obat untuk menghasilkan satuan dosis tertentu, biasanya untuk dimakan.Tipe kapsul ada dua yaitu ‘keras’ dan ‘lunak’; yang terdiri dari dua bagian untuk jenis keras, dan satu bagian untuk jenis lunak. Kapsul keras terdiri dari dua bagian: bagian yang lebih pendek disebut ‘cap’, dan bagian yang lebih panjang disebut ‘body’ (Aulton 2002).

Kapsul kosong dijual berdasarkan ukuran. Kapsul yang biasa digunakan untuk manusia berkisar dari ukuran 0 yang terbesar sam

pai ukuran 5 yang terkecil. Ukuran 00 kadang-kadang diperlukan karena volume bahan pengisi besar, tetapi ukuran ini tidak dipergunakan secara komersial. Tingkat kelembaban yang bervariasi dapat mempengaruhi perubahan ukuran kapsul sampai batas tertentu. Tabel 3 memberikan perkiraan volume bahan yang mungkin dikandung oleh kapsul, sekaligus dengan berat serbuk yang dapat masuk pada ukuran-ukuran tersebut. Berat serbuk yang tertera hanya berupa perkiraan, dan bervariasi dengan tekanan yang digunakan pada pengisian, atau tipe peralatan yang digunakan pada mesin pengisi (Lachman et al.1994). 

Ikan kakap merupakan ikan dasar yang selalu berkelompok menempati karang, tandes atau rumpon Bentuk tubuhnyanya bulat pipih memanjang dengan mempunyai sirip di bagian punggung.Di bawah perut juga

terdapat sirip.Di bagian dekat anal juga terdapat sirip analnya.Sebagai ikan penguasa karang, ikan kakap dilengkapi dengan gigi untuk mengkoyak mangsanya.Karakternya dalam menyergap mangsanya, ikan kakap biasanya bersembunyi di balik karang atau rumpon dan mengambil lokasi tepat di muka arus. Ketika ada makanan apa saja yang hanyut langsung disergapnya untuk mengisi perutnya. Ikan-ikan yang paling besar di kawasanya selalu berada paling depan untuk memburu makanan, sedangan yang ukuran sedang memilih ‘sisa-sisa’ setelah yang besar puas makan. Maka janganlah heran bila memancing ikan kakap merah, bila pertama kali pancingan put

us, ikan kakap yang besar akan kabur dan panik lantas diikuti dengan kawan ikan yang lebih kecil untuk bersembunyi. Kejadian ini oleh mania mancing sering disebut dengan cara guyonan si kakap manggil ‘kodim’ alias ‘komandan distrik-nya’ untuk kabur.Karakternya yang suka menyergap mangsa dari balik batu karang tempat persembunyiannya lalu kembali bersembunyi itulah, membuat ada ungkapan peribahasa soal penjahat kelas kakap, alias memangsanya tidak tanggung-tanggung. Ikan kembung, como, tembang, cumi utuh bisa dicaploknya sekaligus. Cara makannya pun tergolong unik.Ikan ini tidak menyergap namun menghisap dengan mulut lebarnya.

 

KAKAP CUBERA

 

NAMA LAIN             : Cubera Snapper, Cuban Snapper, Cuban Dog, Snapper
JENIS                         : Lutjanus Cyanopterus
UKURAN                  : Rata-rata 15-25 kg, dapat mencapai 50 kg lebih
REKOR DUNIA        : 121 pounds
KARAKTER              : Petarun

g sejati yang memanfaatkan ukuran dan kekuatannya serta semua rintangan yang ada disekitarnya demi keuntungan untuk perlawanannya.

KAKAP MERAH
NAMA LAIN             : Red Snapper, North American, Genuine Red, Pargo Colorado
JENIS                         : Lutjanus Campechanus
UKURAN                  : Rata-rata 4-10 kg, dapat mencapai 20 kg lebih
REKOR DUNIA        : 50 pounds
KARAKTER              : Ikan petarung yang gigih dengan menggunakan kekuatannya, taktik dengan menggoyangkan kepalanya daripada berenang terus menerus.

KAKAP DOMBA

 

 

NAMA LAIN             : Mutton Snapper, Muttonfish, Reef King, Pargo
JENIS                         : Lutjanus Analis
UKURAN                  : Rata-rata 2,5-7,5 kg, dapat mencapai 15 kg lebih
REKOR DUNIA        : 28 pounds
KARAKTER              : Jenis ini merupakan petarung yang kuat dikedalam-an, dan dapat menampilkan pesonanya di tempat dangkal atau melarikan diri dipermukaan, lalu turun dengan terus menerus untuk kemudian bertahan dengan memanfaatkan kekuatan dan sisi lebar tubuhnya.

KAKAP ANJING
NAMA LAIN             : Dog Snapper, Yellow Snapper, Jocu
JENIS                         : Lutjanus Jocu
UKURAN                  : Rata-rata 1-7,

5 kg, dapat mencapai 15 kg lebih

REKOR DUNIA        : 24 pounds
KARAKTER              : Petarung yang kuat.

KAKAP BATU
NAMA LAIN             : Gray Snapper, Mangrove Snapper, Black Snapper, Mango, Caballerote
JENIS                         : Lutjanus Griseus
UKURAN                  : Rata-rata 1-3 kg, dapat mencapai 10 kg lebih
REKOR DUNIA        : 17 pounds
KARAKTER              : Ketika terpancing, Kakap Batu akan melarikan diri dengan cepat, lalu melakukan pertarungan yang hebat hingga ke sisi perahu.

KAKAP SUTERA

NAMA LAIN             : Silk Snapper, Yelloweye
JENIS                         : Lutjanus Vivanus
UKURAN                  : Rata-rata 1,5-2,5 kg, berat maximum tidak diketahui
REKOR DUNIA        : 18 pounds

KARAKTER              : Tidak ada pertarungan yang dapat diharapkan, berkat kedalaman laut dan piranti yang tidak sesuai yang biasanya digunakan.

 

JENAHA
NAMA LAIN             : Lane Snapper,Spot Snapper,Cady Snapper,Biajaiba
JENIS                         : Lutjanus Synagris
UKURAN                  : Rata-rata 0,5 kg, dapat mencapai 2,5 kg
REKOR DUNIA        : 7 pounds
KARAKTER              : Sambarannya a

gresif pada umpan alami maupun tiruan, jenis ini asyik untuk dipancing namun bukanlah petarung yang istimewa, apalagi jika dilihat ukurannya yang kecil.

KAKAP RATU
NAMA LAIN             : Queen Snapper
JENIS                         : Etelis Oculatus
UKURAN                  : Rata-rata 1,5-2,5 kg, berat maximum tidak diketahui
REKOR DUNIA        : 11 pounds
KARAKTER              : Tidak ada pertarungan yang dapat diharapkan, berkat kedalaman laut dan piranti yang tidak sesuai yang biasanya digunakan.

KAKAP SIRIP HITAM
NAMA LAIN             : Black Snapper, Blackspot, Bahamas Red Snapper
JENIS                         : Lutjanus Buccanella

 

 

UKURAN                  : Rata-rata 1,5-2 kg, dapat mencapai 5 kg
REKOR DUNIA        : 7 pounds
KARAKTER              : Petarung yang kuat seperti jensi Kakap lainnya.

EKOR KUNING (Wakung Sawo)
NAMA LAIN             : Yellowtail Snapper, Flag, Tail, Rabirubia
JENIS                         : Ocyurus Chrysurus
UKURAN                  : Rata-rata 0,5-1,5 kg, dapat mencapai 4 kg
REKOR DUNIA        : 8 pounds
KARAKTER              : Petarung yang seru untuk kelas piranti yang berimbang dengan berat ikan, dan merupakan yang terbaik diant

ara ikan-ikan karang lainnya. Karena kebanyakan terpancing dekat permukaan, jenis ini biasanya akan melarikan diri dengan kuatnya. Ekor Kuning sangat ahli dalam hal memutuskan tali pancing pada pinggir tebing karang, atau pada karang yang menjulang tinggi.

 

 

KAKAP VERMILLION
NAMA LAIN             : Vermillion Snapper, Bee

liner, Mingo, Cajon

JENIS                         : Rhomboplites Aurorubens
UKURAN                  : Rata-rata dibawah 0,5 kg, bisa mencapai 2,5 kg
REKOR DUNIA        : 7 pounds
KARAKTER              : Bukan gamefish. Kebanyakan terpancing oleh piranti besar pada kedalaman dan bukan merupakan kombinasi yang imbang untuk ikan sekecil ini.

SCHOOL MASTER
NAMA LAIN             : Barred Snapper, Caji
JENIS                         : Lutjanus Apodus

 

UKURAN                  : Rata-rata dibawah 0,5

 kg, bisa mencapai 3-3,5 kg

REKOR DUNIA        : 4 pounds
KARAKTER              : Setara dengan jenis Kakap lainnya untuk ukuran yang sama.

TANDA-TANDA
NAMA LAIN             : Mahogany Snapper, Ojonco
JENIS                         : Lutjanus Mahogoni
UKURAN                  : Hingga 1,5 kg
REKOR DUNIA        : Tidak ada
KARAKTER              : Cukup baik sep

erti halnya Kakap kecil lain.

 

“`

 

 

 

 

 

BUDIDAYA KAKAP

Kakap putih

Indonesia memiliki potensi sumber dayaperairan yang cukup besar untuk usahabudidaya ikan, namun usaha budidaya ikankakap belu

m banyak berkembang, sedangkandi beberapa negara seperti: Malaysia,Thailand dan Singapura, usaha budidaya ikankakap dalam jaring apung (floating net cage)di laut telah berkembang. Ikan Kakap Putih(Lates calcarifer, Bloch) atau lebih dikenaldengan nama seabass/Baramundi merupakanjenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis,baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsidalam negeri maupun ekspor. Produksi ikankakap di indonesia sebagian besar masihdihasilkan daripenangkapan di laut, dan hanya beberapasaja diantarannya yang telah di hasilkan dariusah pemeliharaan (budidaya). Salah satufaktor selama ini yang menghambatperkembangan usaha budidaya ikan kakap diIndonesia adalah masih sulitnya pengadaanbenih secara kontinyu dalam jumlah yangcukup.Untuk mengatasi masalah benih, BalaiBudidaya Laut Lampung bekerja sama denganFAO/UNDP melalui Seafarming DevelopmentProject INS/81/008 d

alam upaya untukmemproduksi benih kakap putih secaramassal. Pada bulan April 1987 kakap putihtelah berhasil dipijahkan ddengan rangsanganhormon, namun demikian belum diikuti dengankeberhasilan dalam pemeliharaan larva. Barupada awal 1989 kakap putih denga

n suksestelah dapat dipelihara larvanya secara massaldi hatchery Balai Budidaya Lampung. Dalamupaya pengembangan budidaya ikan kakapputih di indonesia, telah dikeluarkan PaketTeknologi Budidaya Kakap Putih di KarambaJaring Apung melalui rekomendasi DitjenPerikanan No. IK. 330/D2. 10876/93K, yangdilanjutkan dengan Pembuatan PetunjukTeknis Paket Teknologi. Ikan kakap putih adalah ikan yang mempunyaitoleransi yang cukup besar terhadap kadargaram (Euryhaline) dan merupakan ikankatadromous (dibesarkan di air tawar dankawin di air laut). Sifat-sifat inilah yangmenyebabkan ikan kakap putih dapatdibudidayakan di laut, tambak maupun airtawar. Pada beberapa daerah di Indonesiaikan kakap putih dikenal dengan beberapanama seperti: pelak, petakan, cabek, cabik(Jawa Tengah dan Jawa Timur), dubit tekong(Madura), talungtar, pica-pica, kaca-kaca(Sulawesi). Ikan kakap put

ih termasuk dalamfamili Ce

ntroponidae, secara lengkaptaksonominya adalah sebagai berikut:

Phillum : Chordata

Sub phillum : Vertebrata

Klas : Pisces

 

Subclas : Teleostei

Ordo : Percomorphi

Famili : Centroponidae

Genus : Lates

 

Species : Lates calcarifer

(Block)

 

Ciri-ciri morfologis antara lain adalah:

  1. Badan memanjang, gepeng dan batang siripekor lebar.
  2. Pada waktu masih burayak (umur 1 ~
  3.   bulan)warnanya gelap dan setelah menjadigelondongan (umur 3 ~ 5 bulan) warnanyaterang dengan bagian punggung berwarnacoklat kebiru-biruan yang selanjutnyaberubah menjadi keabu-abuan dengan siripberwarna abu-abu gelap.
  4. Mata berwarna merah cemerlang.
  5. Mulut lebar, sedikit serong dengan geligihalus.
  6. Bagian atas penutup insang terdapat lubangkuping bergerigi.
  7. Sirip punggung berjari-jari keras 3 danlema
  8. h 7 ~ 8. Sedangkan bentuk sirip ekorbulat.

 

Ciri-ciri morfologis antara lain adalah:

  1. Badan memanjang, gepeng dan batang siripekor lebar.
  2. .Pada waktu masih burayak (umur 1 ~ 3 bulan)warnanya gelap dan setelah menjadigelondongan (umur 3 ~ 5 b
  3. ulan) warnanyaterang dengan bagian punggung berwarnacoklat kebiru-biruan yang s
  4. elanjutnyaberubah menjadi keabu-abuan dengan siripberwarna abu-abu gelap.
  5. Mata berwarna merah cemerlang.
  6. Mulut lebar, sedikit serong dengan geligihalus.
  7. Bagian atas penutup insang terdapat lubangkuping bergerigi.
  8. Sirip punggung berjari-jari keras 3 danlemah 7 ~ 8. Sedangkan bentuk sirip ekorbulat.

 

PEMILIHAN LOKASI

Sebelum kegiatan budidaya dilakukan terlebihdahulu diadakan pemilihan lokasi. Pemilihanlokasi yang tepat akan menentukankeberhasilan usaha budidaya ikan kakapputih. Secara umum lokasi yang baik untukkegiatan usaha budidya ikan di laut adalahdaerah perairan teluk, lagoon dan perairanpantai yang terletak diantara dua buah pulau(selat). Beberapa persyaratan teknis yangharus di penuhi untuk lokasi budidaya ikankakap putih di laut adalah:

  1. Perairan pantai/ laut yang terlindung dariangin dan gelombang
  2. Kedalaman air yang baik untuk
  3.  pertumbuhanikan kakap putih berkisar antara 5 ~ 7 meter.
  4. Pergerakan air yang cukup baik d
  5. engankecepatan arus 20-40 cm/detik.
  6. Kadar garam 27 ~ 32 ppt, suhu air 28 ~ 30 0C dan oksigen terlarut 7 ~ 8 ppm
  7. Benih mudah diperoleh.
  8. Bebas dari pencemaran dan mudah dijangkau.
  9. Tenaga kerja cukup tersedia dan terampil.

SARANA DAN ALAT BUDIDAYA

  1. Sarana dan Alat

Pemeliharaan ikan kakap di laut umumnya

  1. dilakukan dalam keramba jaring apung(floating net cage) dengan metodaoperasional secara mono kultur. Secara garis

besar keramba jaring apung terdiri daribeberapa bagian yaitu:

1. Jaring

Jaring terbuat dari bahan:Jaring PE 210 D/18 dengan ukuranlebar mata 1 ~ 1,25”, guna untuk menjagajangan sampai ada ikan peliharaan yang loloskeluar.Ukuran: 3x 3 m x 3 m, 1 Unit Pembesaran: 6 jaring (4 terpasang dan2 jaring cadangan)

2. Kerangka/Rakit: Kerangkan berfungsisebagai tempat peletakan kurungan.Bahan: Bambu atau kayuUkuran: 8 m x 8 m

3. Pelampung: Pelampung berpu

  1. ngsi untukmengapungkan seluruh sarana budidaya atau

barang lain yang diperlukan untukkepentingan pengelolaanJenis: Drum (Volume 120 liter)Jumlah: 9 buah.

4. Jangkar: Agar seluruh sarana budidaya tidakbergeser dari tempatnya akibat pengaruh

angin, gelombang digunakan jangkar.Jenis yang dipakai: Besi atau beton (40 kg). Jumlah 4 buah. Panjang tali : Minimal 1,5 kali ke dala

  1. m air

5. Ukuran benih yang akan Dipelihara: 50-75gram/ekor

6. Pakan yang digunakan: ikan rucah

7. Perahu : Jukung

8. Peralatan lain : ember,serok ikan,keranjang, gunting dll

2.   Konstruksi wadah pemeliharaan

Perakitan karamba jaring bisa dilakukan didarat dengan terlebih dahulu dilakukanpembuatan kerangka rakit sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Keangkanditempatkan di lokasi budidaya yang telahdirentukan dan agartetap pada tempatnya (tidak terbawa arus)diberi jangkar sebanyak 4 buah.Jaring apungapa yang telah dibuat berbentuk bujursangkar pada kerangka rakit dengan caramengikat keempat sudut kerangka. Untuk membuat jaring agar berbentukbujur sangkar, maka pada sudutbagian bawah jaring diberi pemberat. JaringBerbentuk Bujur SangkarUntuk dapatmengikat bambu/kayu dengan mudah dapat.

 

 

 

 

OPERASIONAL BUDIDAYA

  1. Metode Pemeliharaan

Benih ikan yang sudah mencapai ukuran50-70 gram/ekor dari hasil pendederan atauhatchery, selanjutnya dipelikara dalamkurungan yang telah

  1. disiapkan. Penebaranbenih ke dalam karamba/jaring apungdilakukan pada kegiatan sore hari denganadaptasi terlebih dahulu. Padat penebaranyang ditetapkan adalah 50 ekor/m 3 volumeair. Pemberian pakan dilakukan 2 kali seharipada pagi dan sore hari dengan takaranpakan 8-10% botol total badan perhari. Jenispakan yang diberikan adalah ikan rucah(trash fish). Konversi pakan yang digunakanadlah 6:1 dalam arti untuk menghasilkan 1 kgdaging diperlukan pakan 6 kg. Selama periodepemeliharan yaitu 5-6 bulan, dilakukanpembersihan kotoran yang menempel padajaring, yang disebabkan oleh teritif, algae,kerang-kerangan dll. Penempelan organismesangat menggangu pertukaran air danmenyebabkan kurungan bertambah berat.Pembersihan kotoran dilakukan secaraperiodik paing sedikit 1 bulan sekali dilakukansecara berkala atau bisa juga tergantungkepada banyak sedikitnya organisme yangmenempel. Penempelan oleh algae dapatditanggulangi dengan memasukkan beberapaekor ikan herbivora (Siganus sp.) ke dalamkurungan agar dapat memakan algaetersebut. Pembersihan kurungan dapatdilakukan dengan cara menyikat ataumenyemprot dengan air bertekanan tinggi.Selain pengelolaan terhadap sara
  1. na /jaring,pengelolaan terhadap ikan peliharaan jugatermasuk kegiatan pemeliharaan yang harusdilakukan. Setiap hari dilakukan pengontrolanterhadap ikan peliharaan secara berkala,guna untuk menghindari sifat kanibalismeatau kerusakan fisik pada ikan. Disamping itujuga untuk menghindari terjadinyapertumbuhan yang tidak seragam karenaadanya persaingan dalam mendapatkanmakanan. Penggolongan ukuran (grading)harus dilakukan bila dari hasil pengontrolanterlihat ukuran ikan yang tidak seragam.Dalam melakukan pengontrolan, perludih
  1. indari jangan sampai terjadi stress.
  1. Panen

Lama pemeliharan mulai dari awal penebaransampai mencapai ukuran ± 500 gram/ekordiperlikan waktu 5-6 bulan. Dengan tingkatkelulusan hidup/survival rate sebesar 90%akan didapat produksi sebesar 2.250 kg/unit/periode budida

ya. Pemanenan dilakukandengan cara mengangkat jaring keluar rakit,kemudian dilakukan

 

penyerokan.

 

 

  1. Penyakit

Publikasi tentang penyakit yang menye

rangikan-ikan yang dibudidayakan di laut sepertiikan kakap putih belum banyak dijumpai. Ikankakap putih ini termasuk diantara jenis-jenisikan teleostei. Ikan jenis ini sering kalidiserang virus, bakteri dan jamur. Gejala-gejala ikan yang terserang penyakit antaralain adalah, kurang nafsu makan, kelainantingkah laku, kelainan bentuk tubuh dll.Tindakan yang dapat dilakukan dalammengantisipasi penyakit ini adalah:

1. menghentikan pemberian pakan terhada

 

p ikandan menggantinya dengan jenis yang lain;

2. memisahkan ikan yang terserang penyakit,serta mengurangi kepadatan;

3. memberikan obat sesuai dengan dosis yangtelah ditentukan.

 

jangan akhiri persahabatan

mendengar kata sahabat rasanya langsung berpikir tentang seorang kawan yang sangat akrab dengan kita. yup… sahabat  sering ada di dekat kita, bercanda, sharing dalam suasana apapun entah itu cowok ataupun cewek. kali ini mimin ada secuplik kisah yang terinspirais dari kata ‘sahabat’. oke let you enjoy my writing !

kala itu geno dan zena sedang bercanda disamping aula kampus yang di tumbuhi pepohonan rimbun. mereka  sedang menunggu wina yang masih ada kuliah di ruang dekat aula.

“ge, gimana cewekmu?” tanya zena

“baik, kenapa?” jawab geno

“eh, enggak apa-apa. pengen tahu kabarnya aja. hehe”. balas zena sambil memamerkan giginya

“oya, zen. kamu udah punya konsep tentang acara seminar nanti?”. tanya geno

“yah ada sih cuma beberapa. aku ada konsep tentang yang hijau-hijau gitu, satunya lagi konsep ala kertas-kertas.”

“gimana tu ? kayaknya aneh? wkwkw”. celoteh geno

“hm.. aneh itu sama dengan unik dan unik itu langka yang biasanya membuat orang lain takjub”.

iya deh.. huu”.

tak lama kemudian wina datang dari sudut dinding aula sebelah barat. wajah wina tampak begitu capek dan kurang segar.

“kenapa kmu win?”. tanya geno

“gak apa-apa ko ge, capek aja tadi di kelas”.

“lah emang kamu kejar-kejaran? hm.. pasti sama javian ya?”.

“ngawur.. dasar bocah konyol”. jawab wina mengerutkan jidatnya

“ya udah yuk kita makan, nungguin kamu nih lama”. ajak zena

mereka bertiga akhirnya makan bersama setelah tiga perempat jam menunggu wina. warung dekat kampus pun menjadi langganan harian dalam suka maupun duka mereka. geno sudah mempunyai seorang cewek yang berhubungan LDR. wina juga memnpunyai pasangan yakni javian yang sering diledekin oleh zena si cewek gak biasa.

penampilan zena sangat mengontraskan persahabatan mereak bertiga. wina yang tampilannya klasik namun tampak mempesona dengan kesempurnaan fisiknya sedangkan geno merupakan sosok  cowok yang tak bayanyak omong pada cewek, terlihat halus dan tidak neko-neko. dilain sisi zena yang cewek ‘tidak biasa’ sangat antusian pada hal-hal yang sangat di benci oleh seorang cewek misalnya mencari cacing, membedah preparat sampai terlihat semua organ dalamnya cewek satu ini memang terlihat tomboy tapi di lain sisi dia terlihat sangat anggun dengan senyum mengembang di pipi tembemnya. (hanya pipinya ya yang tembem, badannya agak kurus sih ^_^)

suatu hari suatu masalah melanda hubungan geno dengan ceweknya yang menyebabkan mereka putus, wina dan zena tak mengetahui akan hal ini karena geno bukan orang yang terbuka dengan sembarang orang walaupun itu sahabatnya sendiri. tapi zena tau akhir-akhir ini sikap geno aneh dan banyak nilainya yang turun.

“ge,nilai kamu akhir ini banyak yang turun”. bisik zena  disela kuliah

“hmm.. perhatian ya sama aku? hehe”. kata geno senyum-senyum

“hhh.. maksudmu?”. menepuk punggungnya dan mengernyit

jam kuliah akhirnya selesai, zena ada janji dengan ferista teman beda jurusan sehingga dia berpisah dengan wina dan geno.

“ge, dicari zena lho”. kata karla, wendi dan seno

geno hanya menimpali itu dengan senyum-senyum saja dan dia meneruskan berjalan menuju ruang kumpul mahasiswa jurusan.

” ada yang aneh dengan geno, aku harus bertanya dengannya”. batin zena tak nyaman

‘ge, kamu ada apa? kalau ada masalah cerita aja gak apa-apa kok’

‘eh gimana ya zen, hubunganku sama kelly rumit’

‘rumit apa? jangan ngomong mau putus’

‘yah diambang itu sih zen, tapi .. ah itu salahku juga’

‘kenapa kamu?’

lama menunggu zena gak di balas smsnya. mungkin geno ingin sendiri pikirnya

seminggu telah berlalu, jarak antara  zena dan geno pun agak meregang. zena tak tau mengapa begitu biasanya mereka bertiga bersama-sama. wina tetap ada disamping zena. gosip kalau zena dan geno pun semakin marak dan meluasa padahal  semakin meregang hubungan keduanya. biasanya geno sering menyapa jika bertemu di jalan namun sekarang hanya diam dan membuntuti dari belakang sekan canggung akan berjalan bersama zena.

tiba-tiba selalu tiba-tiba wina muncul dari lorong entah dari mana

“zen,kamu tau nggak?”. sergap wina

“enggak , apa ?”. pikirnya melayang pada geno

“geno putus dari pacarnya, dan dia jadi aneh akhir-akhir ini. dia juga jarang pergi  sama kita lagi kan?”.

“iya, pantesan. kenapa dia gak ngomong aja”.

“mingkin dia ngerasa malu zen sama kamu, kamu kan sering kasih wejangan tuh sama dia. aku tahu ini juga dari si javian kok”. katanya heran

“apa dengan hal itu dia menjauh dari kita? cewek kan gak segala-galanya. aku yang jomblo lamaa aja biasa aj”. kata zena tanggap

“ah kamu ini, kalo udah suka beneran kan susah nglupainnya. makanya cari dong”.

” loh kok aku?”.

aneh perasaan kalau di ejekin sama aku sih emang biasa aja dia dulunya tapi kenapa sekarang jadi salting gitu sih orangnya batin zena

dua minggu telah berlalu lama untuk kejadian yang janggal bagi wina dan zena, “aku kehilangan geno win”.kata zena

“iya, aku juga. dia dulu sering  dikasih ilmu sama si geno”.

“ilmu cinta”. jawab wina singkat

“ah tau aja sih”.

aku bingung mau ngomong gimana sama zena harusnya dia juga tau akan hal ini tapi ini kan rahasia geno. wajar saja geno salah tingkah dan tak mau tatap muka dengan zena karena zena selalu ada menghiburnya di setiap harinya dan giliran dia putus dia seakan baru ingat zena yang menemani harinya. zena memang gadis antik kata wina dalam hati.

dilain sisi geno menyesali kata-katanya pada kelly namun juga kelly agak protektif dan sensitif akhir ini. dan benar dia baru menyadari kehadiran zena di setiap harinya walaupun wina selalu ada namun zena lah yang menjadi motor persahabatan mereka. rasa pikiran geno aneh sekarang ketika dia berhadapan dengan zena, antara rasa bersalah dan juga tak tau mengapa dia bersikap seperti itu padanya.

zena sungguh tak mau hubungan antara wina, dia , dan geno retak dan akhirnya mereka hanya menjadi teman biasa. zena tak mau mereka berpisah, berkata dalam diam, sedih dalam kesendirian. dia ingin geno kembali lagi menjadi yang dulu yang ceria di balik kata-katanya yang halus dan tak banya omong itu. geno yang tertawa terbahak-bahak ketika zena mulai mengomel tentang sesuatu.

hati sahabat satunya wina  juga tak kalah bingung, dia tahu bagaimana sebenarnya. geno menghindar dari zena agar mereka tak terlihat terlalu dekat karena tatapan mata geno tak bisa dibohongi akan itu. geno yang aslinya menghindar dari keruntuhan persahabatan, bingung akan perasaanya sendiri yang berkecamu dalam hati dan pikirannya…

aku tak bisa meneruskan pikiran ini, ini akan menjadi hal lain dalam pikiranku sehingga merusak persahabatan ini. biarlah kami menjadi sahabat dan jangan akhiri persahabatan