Kerumunan

Semakin besar kita akan tahu bagaimana orang-orang berpikir, sebuah sistem bekerja dengan baik atau tidak dan bagaimana dunia berjalan di tempat-tempat berbeda. Menjamah tempat baru dalam waktu singkat, berlari cepat dan datang tepat waktu kadang harus menyampingkan banyak pikiran. Menggeser kebiasaan yang berputar di dalam kepala. Menghela perasaan yang memang seharusnya tidak dirasa namun sudah biasa. Disamping memeluk diri sendiri, erat-erat.

Sedang di luar sana mungkin ada yang siap-siap akan menyantap ide-idemu. Membaca segala gerak-gerik. Menerka-nerka apalagi setelah ini.

Kerumunan, gerbong KRL 30 Agustus 2018

Advertisements

Resep: ayam pedas bumbu kecap

20180714_162704Kembali lagi ketemu sama weekend dan bingung mau ngapain, yah masak lagi aja. Perut kenyang, hati senang. Btw, hawa akhir-akhir ini cukup dingin jadi aku mau bikin yang hot biar keringetan dikit heehe. Kalo mau coba, silahkan praktekkan menu ini 😉

Bahan:

Ayam

Kol

Tomat

Bawang bombay

Bawang putih

Cabe

Lada

Garam

Gula merah

Penyedap rasa

Kecap bangooo

 

Cara masak:

– Bahan potong

1. Potong ayam jadi beberapa bagian, sesukamu, lalu dicuci bersih

2. Potong kol dengan bentuk besar-besar (seperti dibuat sup)

3. Potong tomat memanjang (sesukamu, bisa pakai apa nggak, buat pemanis dan rasa asam)

4. Potong bawang bombay dengan bentuk seperempat lingkaran

5. Potong cabe seperti biasa agar rasa pedasnya bertambah (sesukamu berapa)

– Bumbu halus

6. Bumbu seperti bawang putih, lada dan garam dihaluskan (uleg)

7. Wajan dipanaskan dengan minyak (pakai margarin juga bisa). Tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai baunya harum dan potongan cabe, beri air secukupnya (3 gelas belimbing) lalu masukkan ayam yang telah di potong dan ungkep kira-kira 10 menit.

8. Masukkan poyongan bawang bombay dan beri kecap dan penyedap rasa secukupnya.

9. Biarkan sampai bumbu meresap. Jika sudah hampir kering (airnya), kol bisa dimasukkan agar tidak terlalu lembek, dan dibolak-balik sampai warna ayam menjadi cokelat.

10. Terakhir, tambahkan potongan tomat di atasnya sebagai penambah rasa asam

 

 

Illustration for Song

For the past year i have recieved another order from my friend to make illustration for his songs. well, actually i am so excited when making those art. why not? there is a proccess convert words into visual form. I really enjoy analyze, imagine and transform that matter in my head. You have to make customization ? it’s free to cantact me, let me help you ! 🙂

kopi-untuk-kinanti-2
secangkir kopi untuk kinanti
malam-klasik-2
malam klasik
selamat-pagi-penghuni-bumi
selamat pagi penghuni bumi

Beragumen: Satu frekuensi

Setiap waktu, entah kapan pasti kita punya teman baru. Teman yang benar-benar baru yang datang dari berbagai usia, latarbelakang dan pemikiran. Buatku, sebenarnya berkenalan itu nggak cukup hanya tau nama, asal darimana, anak siapa, lulusan apa dan dimana. Lebih dari itu. Aku lebih senang kalau berkenalan nggak hanya tahu nama dan segenap basa-basinya. Lagipula kalau hanya tahu nama kita bisa dengar namanya pas dipanggil temennya kan? Ya, aku memang terkesan sombong. Kecuali, orang itu tiba-tiba ada di depanku dan nggak sempat memperhatikannya dulu.

Banyaknya teman-teman baru ini jelas jadi pekerjaan rumah, buatku. Kenapa bisa? Aku ingin (selalu) mencari teman yang satu frekuensi. Menurutku mereka bisa menyehatkan mentalku selain berada di ruang privasiku. Iya, aku bocah introvert yang kata banyak orang tertutup itu. Frekuensi adalah salah satu kunci mendapatkan hubungan pertemanan yang berkualitas. Yang menyehatkan, mendukung dan berbagi energi positif. Gimana bisa tahu? Gampang, dimana dirimu nyaman berbincang dan nyambung sama mereka, itu. At least, kamu dapat energi positif dari mereka.

Berada di lingkungan yang nggak satu frekuensi jelas buat kamu jadi pribadi yang mudah depresi atau penuh suasana negatif. Yang sensitif bisa semakin menjadi-jadi kebaperannya, yang cuek-cuek aja malah jadi salah paham. Runyamlah. Tapi, kalau itu ada di lingkungan kerja, ya kadang harus ada trik-trik khusus. Baiknya, memang perlu diimbangi dengan kawan yang satu frekuensi tadi.

Walaupun ya, belum dapet juga sih.

Aku pernah baca di satu artikel,”yang satu frekuensi akan mendekat”. Dan aku percaya. Mungkin di awal belum keliatan kalau di sekitar ada. Kebalikannya juga, yang dipikir dekat, rame, enak diajak cuap-cuap tapi ternyata “rasa” di hati kita nggak klik sebenarnya. Ada.

Rumit yha. Memang

 

Kilas balik

Ratusan kilometer menghadang pandang

Hanya ada ruang

Tanpa sepatah kata untuk mengundang

Kubuka tirai untuk sedikit menengok

Ke padang jalang

Ternyata kau sudah sejauh ini dipandang

Bersama dia yang tersayang

Selamat, bayang